Timika, fajarpapua.com- Setelah dua unit truk, alat berat dan rumah 4 pintu dibakar pasca meninggalnya bocah 5 tahun bernama Noldi Goo akibat tertabrak pada Sabtu (12/11) kemarin, kerusuhan di Kabupaten Dogiyai terus meluas.
Bahkan jumlah bangunan yang dilaporkan dibakar pada Minggu (13/11) semakin meluas hingga memasuki ibukota Kabupaten Dogiyai.
Aparat gabungan dari Polres Dogiyai, Sat Brimob C Polda Papua, TNI dan Satgas Damai Cartenz yang berusaha mengendalikan situasi sangat kewalahan.
Untuk membackup pengamanan di wilayah itu, Polda Papua juga telah menggeser dua peleton Brimob dari Nabire untuk membantu memperkuat keamanan di Dogiyai.
“Dua peleton brimob yang dikirim dari Nabire itu untuk memperkuat aparat keamanan di Dogiyai,” kata Kapolres Dogiyai Kompol Samuel Tatiratu pada Minggu (13/11).
Pada Sabtu malam hingga Minggu (13/11) sekitar 82 rumah petak sudah rata dengan tanah akibat dibakar oleh massa.
Tidak hanya itu, enam kantor pemerintahan yaitu Kantor BKD, Inspektorat Daerah, Dukcapil, Dinas Lingkungan Hidup, BPMK, dan Kantor Keuangan juga dibakar massa yang terus merangsek.
Secara keseluruhan, situasi di Kabupaten Dogiyai saat ini sangat tidak aman sehingga menyebabkan banyak warga mengungsi ke Polres Dogiyai dan Koramil Dogiyai.
Terkait kemungkinan adanya korban jiwa Kapolres Dogiyai mengaku belum menerima laporan tersebut baik dari anggota maupun dari warga .
Namun dirinya mengaku ada laporan kehilangan anggota keluarga dari warga usai kerusuhan pecah dan saat ini aparat keamanan juga tengah mencari keberadaan warga yang dilaporkan belum kunjung kembali ke keluarga.
“Aparat keamanan saat ini masih mencari keberadaan warga yang dilaporkan belum kembali ke keluarganya,” ujar Kompol Tatiratu.
Seperti diberitakan sebelumnya sekelompok massa, Sabtu (12/11), membakar truk yang diduga menabrak Noldi Goo, balita berusia lima tahun hingga meninggal dunia.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. (mas)