BERITA UTAMAPAPUA

Ratusan Warga Mengungsi ke Ibukota Papua Tengah, Kapolda : Tangkap Dalang Rusuh Dogiyai!!

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
13
×

Ratusan Warga Mengungsi ke Ibukota Papua Tengah, Kapolda : Tangkap Dalang Rusuh Dogiyai!!

Share this article
d58930ef 5671 4215 b939 10547c7a4dfb
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri

Timika, fajarpapua.com – Hingga hari keempat pasca kerusuhan di Kabupaten Dogiyai yang timbul karena tewasnya Noldi Goo , bocah 5 tahun akibat tertabrak tercatat sudah ratusan orang warga mengungsi.

Bahkan kepolisian mencatat sedikitnya sekitar 400 warga terpaksa meninggalkan Dogiyai dan memilih mengungsi ke Ibukota Provinsi Papua Tengah, Nabire.

Ads

“Benar masyarakat memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire. Setidaknya tercatat kurang lebih 400 warga secara bergiliran dengan menggunakan truk mengamankan diri ke Nabire,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal.

Kamal mengatakan masyarakat khususnya ibu-ibu dan anak-anak mulai mengungsi sejak Minggu (13/11). Mereka khawatir menjadi sasaran pelaku kerusuhan.

Kamal mengatakan selain itu warga yang memilih bertahan di Kabupaten Dogiyai saat ini juga mengungsi di Mako Polres, Kantor Koramil dan Pos TNI.

Selain itu Kamal juga mengklaim situasi saat ini di Kabupaten Dogiyai berangsur-angsur aman setelah pihak keamanan gabungan TNI-Polri memperketat pengamanan.

Tangkap Dalang Rusuh Dogiyai

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengeluarkan perintah untuk menangkap dalang kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai.

“Saya sudah memerintahkan Satgas Penegakan Hukum Damai Cartenz untuk mengungkap siapa pelaku aksi kekerasan yang diawali pembakaran truk yang menabrak korban dan truk yang berada di dekat tempat kejadian perkara (TKP),” kata Irjen Fakhiri.

Dia mengakui, pembakaran yang dilakukan sekelompok warga di Dogiyai bukan pertama kali terjadi, sehingga para pelaku harus ditangkap dan dijatuhi hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jangan dibiarkan, karena berdampak pada masyarakat lainnya, sehingga harus dilakukan penegakan hukum,” kata Kapolda Papua itu pula.

Irjen Fakhiri mengaku, saat ini Dirkrimum Polda Papua yang Wadan Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah berada di Dogiyai untuk melakukan penegakan hukum.

Penegakan hukum dilakukan agar kasus serupa tidak terulang lagi, sehingga bila terjadi kecelakaan lalu lintas maka dapat dibawa ke ranah hukum, bukan sebaliknya massa melakukan aksi penyerangan dengan membakar rumah warga dan kantor pemerintah.

Seperti diketahui, kerusuhan di Dogiyai berawal dari kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Noldi Goo, balita berusia lima tahun, Sabtu (12/11), sekitar pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo, Distrik Kamu.
 
Massa kemudian berupaya mengambil sopir truk yang diamankan, namun berhasil digagalkan hingga melakukan pembakaran dan menyerang warga sipil. (red/an)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *