BERITA UTAMAMIMIKA

Tak Terima Diputus Cinta, Seorang Pemuda Keroyok Pacar Baru Mantannya Hingga Tak Sadarkan Diri

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
62
×

Tak Terima Diputus Cinta, Seorang Pemuda Keroyok Pacar Baru Mantannya Hingga Tak Sadarkan Diri

Share this article
IMG 20221215 093501
Korban AD saat tak sadarkan diri

Timika, fajarpapua.com – Seorang Pria berinisial AD (21) menjadi korban pengeroyokan tiga orang pemuda di Jalan Hasanuddin, Gang Merpati Lorong 6 Belakang GRaPARI Timika, Selasa (13/12) sekira pukul 23.55 WIT lalu.

Mirisnya, peristiwa tersebut diduga terjadi karena pelaku berinisial PA tidak menerima baik atau cemburu karena korban menjalin hubungan asmara dengan wanita berinisial N yang diketahui sebagai mantannya.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Dari data yang dihimpun fajarpapua.com menyebutkan, penganiayaan itu bermula ketika korban AD berkunjung ke kontrakan kekasihnya N.

Tidak berselang lama, datanglah mobil berwarna putih yang ditumpangi oleh tiga orang pemuda yang salahsatunya adalah PA yang merupakan mantan kekasih N.

Kemudian PA turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah N, saat pintu dibuka pemuda ini merasa cemburu karena melihat N sedang berduaan dengan AD.

Pelaku PA kemudian memanggil kedua temannya yang masih berada di dalam mobil dan kemudian mengeroyok AD hingga mengalami luka memar memerah di belakang kepala serta mulut mengeluarkan darah yang mengakibatkan korban tak sadarkan diri.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu dan melihat korban AD sudah terkapar langsung menghubungi pihak kepolisian dan tidak lama kemudian personil Polsek Mimika Baru tiba serta berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku.

Petugas juga membawa korban AD yang dalam kondisi tak sadarkan diri ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat dikonfirmasi membenarkan adanya penganiayaan tersebut dan saat ini tengah dalam penyelidikan pihaknya.

Dikatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan dilakukan restoratif justice mengingat antara pelaku dan korban saling mengenal karena berasal dari satu daerah.

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan kasus tersebut akan dilanjutkan ke proses hukum jika para pihak terutama korban enggan berdamai.

“Kita tergantung dari korban, karena korban informasi nya sampai sekarang masih belum sadar,” katanya.

“Awal permasalahan sudah jelas karena kecemburuan pelaku terhadap korban. Katanya pelaku baru putus sehari dengan N yang saat ini berstatus pacar dari korban,” pungkasnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *