BERITA UTAMAMIMIKA

KPU Mimika Lantik 456 Anggota PPS Pemilu 2024 dari 152 Kampung, Kesbangpol Ingatkan Jaga Netralitas

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
28
×

KPU Mimika Lantik 456 Anggota PPS Pemilu 2024 dari 152 Kampung, Kesbangpol Ingatkan Jaga Netralitas

Share this article
IMG 20230125 WA0097
Foto bersama usai pelantikan anggota PPS di Cartenz Hotel Jalan Budi Utomo Timika, Rabu (25/1).

Timika, fajarpapua.com – Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola melantik secara langsung 456 Panitia Pemungut Suara (PPS) Pemilu 2024 dari 152 Kampung dan Kelurahan se-Kabupaten Mimika, yang dilaksanakan di Cartenz Hotel Jalan Budi Utomo Timika, Rabu (25/1).

Ads

Penetapan anggota PPS tersebut berdasarkan Surat Keputusan KPU Mimika Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Panitia Pemungutan Suara pada Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah untuk Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang.

Mewakili Pemda Mimika, Kepala Kesbangpol Mimika Yan Selamat Purba dalam sambutannya mengatakan, anggota PPS yang hadir saat ini adalah orang-orang terpilih yang masuk bergabung dalam KPU Mimika. Untuk itu dia meminta agar anggota PPS perlu menjaga integritas, sebab suksesnya Pemilu ada di pundak PPS.

“Bapak ibu harus paham betul tugas-tugas yang nantinya akan dilakukan kedepan, tugasnya ini cukup berat. Pada Pemilu tahun lalu banyak anggota PPS ,PPD yang banyak mengalami musibah, untuk itu saya ingatkan agar jaga kesehatan,“ katanya

Menurut dia, ada dua event yang akan dihadapi pada Pemilu 2024, sehingga tanggung jawab itulah yang diperlukan, baca aturan yang ada agar saat menjalankan tugas dan kewenangan sesuai aturan.

“Bantu KPU agar Pemilu ini bisa sukses, dan kami juga berterima kasih kepada bapak ibu yang sudah mau mendedikasikan diri untuk terlibat menyukseskan Pemilu. Tolong jaga netralitas kita, sebab jika tidak maka akan timbul permasalahan baru, saya berharap dengan terpilihnya bapak ibu, Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik dan sukses,” tuturnya.

Sementara Ketua KPU Mimika Indra Ebang Ola dalam sambutannya mengatakan ada 600 pelamar dari 152 kampung, hanya 456 pelamar yang diterima sebagai anggota PPS. Pemilu adalah musyawarah besar Indonesia sehingga ada perbedaan pendapat.

“Maka penyelenggara pemilu harus mengatur sebaik-baiknya agar tidak terjadi hal-hal yang mencederai penyelenggaraan Pemilu yang dapat menimbulkan konflik,” katanya.

Diharapkan sumpah dan janji yang sudah diucapkan bisa dijaga oleh masing-masing anggota PPS, karena sumpah dan janji yang diucapkan tersebut urusannya dengan Tuhan yang Maha Kuasa.

“Ingat kalau sudah ucapkan sumpah dan janji itu kalian berurusan dengan Tuhan bukan kepada KPU maupun Bawaslu,” katanya.

Menurutnya sebagai penyelenggara pemilu di Kabupaten Mimika melaksanakan semua tahapan ditingkat Kelurahan dan Kampung harus bisa mensosialisasikan dan menginformasikan semua informasi terkait Pemilu secara adil dan terbuka kepada masyarakat.

“Agar masyarakat dapat menggunakan haknya, memahami dan mengetahui pentingnya merawat demokrasi di Kabupaten Mimika. Serta betapa pentingnya suara mereka untuk dialokasikan pada Pemilu 2024 nanti,” tuturnya.

Ia berpesan kepada seluruh anggota PPS yang sudah dilantik untuk menjaga prinsip kemandirian dan itegritas, pasalnya ada konsekuensi yang dituangkan dalam pakta integritas.

“Sangsi moral, administrasi dan hukum akan diberlakukan karena kalian sudah menqndatangani pakta integritas. Oleh sebab itu sadar maupun tidak secara hukum kalian siap menerima semua konsekuensi dari aturan yang berlaku,” ujarnya.

Usai dilantik para anggota PPS langsung mendapat pembekalan bimbingan teknis dari komisioner KPU terkait tugas dan tanggung jawab PPS pada Pemilu tahun 2024 mendatang. (ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *