BERITA UTAMAMIMIKA

Ayo Dukung Petugas Pantarlih Lakukan Pencocokan dan Penelitian Data Penduduk, Slamet Sutejo: Demi Pemilu yang Bersih

cropped 895e2990 d422 4061 9705 e533253f1607.jpg
4
×

Ayo Dukung Petugas Pantarlih Lakukan Pencocokan dan Penelitian Data Penduduk, Slamet Sutejo: Demi Pemilu yang Bersih

Share this article
IMG 20230218 WA0057 1
Kadisdukcapil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo saat menerima Petugas Pantarlih dan Ketua KPU Mimika di kediamannya.Foto: Reyno

Timika, fajarpapua.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo mengapresiasi langkah KPU Mimika yang bekerja cepat dalam melakukan pemutakhiran data pemilih.

Hal ini karena Petugas Pendaftaran dan Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang baru dilantik dan dilepas, hanya dalam hitungan jam sudah mendatangi rumah-rumah penduduk untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit).

Ads

“Sebagai warga Mimika kami sangat mengapresiasi kinerja KPU Mimika dan ini sangat luar biasa sekali karena petugas sudah datang ke rumah,” kata Slamet Sutejo saat ditemui usai menerima kedatangan petugas Pantarlih di kediamannya, Sabtu (18/2) kemarin.

Slamet mengimbau kepada seluruh masyarakat Mimika untuk mendukung serta menerima dengan baik kedatangan petugas Pantarlih ke wilayah mereka.

“Kedatangan petugas Pantarlih bertujuan untuk memverifikasi data pemilih agar benar, valid dan akurat. Supaya Pemilu bisa dilaksanakan maksimal, bersih, benar, jujur, adil dan bermartabat. Ini sangat luar biasa, semoga KPU Mimika bisa melaksanakan Pemilu serentak dengan lancar, aman, damai dan sukses,” tuturnya.

Seperti halnya himbauan KPU Mimika, dalam kesempatan itu Slamet Sutejo juga menekankan pentingnya warga untuk mengupgrade data kependudukan mereka.

Salahsatu yang ditekankan adalah mengenai alamat atau domisili artinya jika warga pindah sebaiknya melaporkan diri kepada kepala lingkungan setempat untuk diperbarui datanya.

Hal ini ujar Slamet Sutejo bertujuan agar data daftar pemilih tetap (DPT) yang bersangkutan sesuai dengan tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah mereka tinggal.

“Karena tidak menutup kemungkinan ditemukan banyak warga yang dulunya kos ditempat A kemudian berpindah ke tempat lain. Ini yang seolah-olah data itu tidak valid, padahal sebenarnya datanya valid dan cocok cuman orangnya yang berpindah tidak melaporkan,” ujarnya.(ron)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *