Lewati ke konten utama

Masyarakat Adat Merauke Tolak Proyek Strategis Nasional

Redaksi FPPenulis
21.39 WIT1 menit baca9 dibaca
4b0691ef a499 4c9d 8e42 b2a749da90ef
4b0691ef a499 4c9d 8e42 b2a749da90efFoto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Merauke, fajarpapua.com - Ratusan orang yang mengaku menjadi korban Proyek Strategis Nasional (PSN) menuntut program warisan pemerintahan Presiden Jokowi tersebut dihentikan.

Pernyataan terbuka ini disampaikan di hadapan pejabat pemerintah pusat dan daerah di Kota Merauke, Papua Selatan, Jumat (14/3) pekan lalu.

Kelompok yang menamai diri "Solidaritas Merauke" menyatakan PSN yang telah dan masih berlangsung telah merusak ruang hidup mereka sekaligus menjadi biang keladi atas kerusakan lingkungan dan kekerasan terhadap masyarakat adat. "Malapetaka ini patut disebut sebagai keadaan darurat bagi keselamatan rakyat," sebut pernyataan bersama.

Data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menunjukkan periode 2020-2024 telah terjadi 154 ledakan konflik akibat PSN. Konflik ini melibatkan satu juta hektar lahan, dan 103.000 keluarga menjadi korban.

Pemerintah melalui Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, mengklaim akan menjadikan protes ini "masukan dan kritik terhadap pemerintah". Namun, kementeriannya tak bisa mengambil sikap untuk menghentikan PSN.

Peneliti isu Papua menilai proyek PSN yang serampangan sebagai "bom waktu" di masa depan. Di lapangan, korban PSN mengaku menghadapi dampak banjir, debu pembangunan, penyerobotan lahan, tekanan dan kekerasan. (red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.