Jayapura, fajarpapua.com – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, memaparkan strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Jayapura sekaligus kesiapan penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) 2026 dalam audiensi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Elisa Yarusabra, Konsultan Pariwisata Agus Jerri S. Aronggear, serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Jayapura Michael Yewi.
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ernawati, bersama jajaran Kementerian Pariwisata.
Pada kesempatan itu, Yunus Wonda mempresentasikan potensi wisata Kabupaten Jayapura, termasuk Master Plan Pengembangan Wisata Bahari Khalkote di Distrik Sentani Timur yang diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan di Papua.
Menurutnya, pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Jayapura sejalan dengan visi daerah, yakni “Kasih Mempersatukan Perbedaan, Mewujudkan Jayapura yang Aman, Nyaman, Mandiri, dan Berkeadilan.”
FDS 2026 Jadi Pusat Ekonomi
Salah satu fokus utama yang dipaparkan Bupati adalah rencana pelaksanaan Festival Danau Sentani 2026 yang akan kembali digelar setelah absen pada tahun 2025.
Yunus Wonda menjelaskan, ketidakhadiran festival pada 2025 terjadi karena bertepatan dengan masa awal kepemimpinannya sehingga pemerintah daerah membutuhkan waktu untuk melakukan evaluasi dan penataan konsep penyelenggaraan yang lebih matang.
"Kami belajar dari pelaksanaan festival sebelumnya. Setelah acara selesai, aktivitas di kawasan festival juga ikut berhenti. Karena itu, kami ingin mengubah konsepnya menjadi kawasan yang tetap hidup sepanjang tahun dan memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jayapura kini tengah menata kawasan Festival Danau Sentani menjadi lokasi permanen yang tidak hanya digunakan saat festival berlangsung, tetapi juga sebagai pusat kuliner khas Papua, sentra UMKM, dan ruang kegiatan budaya sepanjang tahun.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat posisi Danau Sentani sebagai destinasi wisata unggulan di Papua.
Sinkron dengan Festival Lembah Baliem
Untuk memperluas dampak ekonomi dan promosi wisata, Pemkab Jayapura akan melibatkan sejumlah daerah tetangga seperti Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Keerom untuk membuka stan UMKM dalam pelaksanaan festival.
Bahkan, sejumlah kabupaten di wilayah Papua Pegunungan juga telah menyatakan minat untuk berpartisipasi.
Rangkaian pra-event Festival Danau Sentani dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga Juli 2026 dengan melibatkan seluruh distrik di Kabupaten Jayapura untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing.
Sementara puncak Festival Danau Sentani akan berlangsung pada 3–5 Agustus 2026.
Menariknya, jadwal tersebut sengaja diselaraskan dengan pelaksanaan Festival Lembah Baliem di Wamena guna menciptakan konektivitas destinasi wisata di Papua.
"Kami ingin wisatawan yang datang ke Sentani dapat melanjutkan perjalanan ke Wamena. Dengan begitu, wisatawan memperoleh pengalaman wisata yang lebih lengkap dan lama tinggal mereka di Papua juga meningkat," kata Yunus Wonda.
Dukungan Kementerian Pariwisata
Selain Festival Danau Sentani, Bupati Jayapura juga mempromosikan sejumlah destinasi unggulan lainnya, termasuk kawasan wisata Tanah Merah dan berbagai objek wisata potensial di Distrik Depapre.
Ia berharap Kementerian Pariwisata dapat membantu memperkuat promosi destinasi-destinasi tersebut agar semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ernawati, menyampaikan apresiasi atas konsep pengembangan yang diusung Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, gagasan menjadikan kawasan festival tetap produktif setelah kegiatan berlangsung merupakan langkah strategis yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.








