Timika, fajarpapua.com – Pasukan militer Indonesia diklaim salah menurunkan logistik di lokasi yang dijaga oleh pasukan TPNPB di Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, Papua, pada 25 April 2025 lalu.
Hal ini sebagaimana informasi yang disampaikan Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) melalui siaran persnya pada Minggu, 27 April 2025.
Menurut Jubir TPNPB, Sebby Sambom, logistik yang berisi rokok, gula, kopi, air mineral, dan kamera tersebut berasal dari pengiriman oleh pasukan Indonesia, yang bertujuan untuk dikirimkan ke pos militer di Timobut, Timika.
Namun, logistik tersebut "salah turun" dan jatuh ke tangan pasukan TPNPB.
Pasukan TPNPB yang mengamankan lokasi tersebut segera mengambil alih logistik yang jatuh dan membakar seluruh makanan serta minuman yang diterima, kecuali kamera yang mereka ambil sebagai bukti.
TPNPB menegaskan menurut hukum perang mereka, bangsa Papua tidak dapat menerima makanan dari musuh.
“Mereka salah tempat saat menurunkan logistik. Pasukan kami yang siaga langsung mengambil alih dan membakarnya,” jelas Sebby Sambom.
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB melampirkan foto dan video yang memperlihatkan insiden tersebut sebagai bukti.
Sebby Sambom juga menambahkan kesalahan pilot helikopter militer Indonesia yang salah menurunkan logistik menjadi penyebab insiden tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang tercatat, insiden ini berpotensi menambah ketegangan dalam konflik yang telah berlangsung lama antara kelompok pro-kemerdekaan Papua dan pemerintah Indonesia.
Sementara Panglima Tinggi TPNPB-OPM, Jenderal Goliath Tabuni menyerukan perhatian komunitas internasional terhadap situasi di Papua.
"Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi bagian dari operasi militer yang mengancam hak hidup rakyat Papua," tegasnya.
Wakil Panglima TPNPB, Letnan Jenderal Melkisedek Awom menambahkan insiden ini membuktikan ketidakefektifan operasi militer Indonesia di wilayah pegunungan Papua
Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim yang disampaikan oleh TPNPB. (moa)













