Lewati ke konten utama

Bappenda Kabupaten Jayapura Perkuat Sistem Pembayaran Pajak dan Retribusi Barcode

Redaksi FPPenulis
00.59 WIT2 menit baca77 dibaca
10ca47ff-b182-41ad-bde5-3dce5c08256d
10ca47ff-b182-41ad-bde5-3dce5c08256dFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura percepat reformasi sistem pendapatan, kata Kepala Bappenda, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin, 28/04/2025.

Pada rapat perdananya bersama staf, Budi Yokhu menargetkan seluruh pembayaran pajak dan retribusi akan beralih ke sistem digital berbasis barcode mulai 1 Juli 2025.

“Optimalisasi PAD harus segera kita lakukan. Kita tidak bisa lagi bekerja biasa-biasa saja. kita akan kerja mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayapura,” ujarnya.

Soal ketebatasan anggaran daerah menjadi tantangan serius dalam mewujudkan program pembangunan. Oleh karena itu, Bappenda sebagai leading sector pendapatan didorong untuk bergerak lebih cepat dan kreatif.

Budi Yokhu menargetkan mulai 1 Juli mendatang, seluruh penerimaan pajak dan retribusi akan menggunakan sistem barcode. Kebijakan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Jayapura.

“Kita tentu mengintegrasikan pembayaran digital dengan dukungan penuh dari perbankan, baik bank pemerintah maupun swasta. Ini penting untuk mempercepat proses dan meningkatkan transparansi,” terangnya.

Untuk sistem barcode, lanjut Budi, tidak hanya untuk memudahkan pembayaran, tetapi juga sebagai strategi mengurangi potensi penyimpangan dalam penerimaan daerah.

Terkait pajak dan retribusi umum, Bappenda juga menyiapkan formulasi baru untuk mengatasi kebocoran pendapatan dari sektor parkir, salah satu sumber retribusi yang selama ini rawan kebocoran.

“Ke depan, pembayaran parkir akan menggunakan sistem sekali bayar berbasis barcode. Jukir (juru parkir) hanya bertugas mengatur kendaraan, tidak lagi menerima uang langsung dari masyarakat,” tegas Budi.

“Langkah itu dilakukan mempersempit ruang terjadinya kebocoran dan memperkuat kontribusi sektor retribusi terhadap PAD,” tambahnya. (hms)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.