Lewati ke konten utama

Perselingkuhan Picu Penyerangan Brutal KKB di Puncak, Tiga Tewas dan Lima Luka-Luka

Redaksi FPPenulis
17.43 WIT2 menit baca9 dibaca
IMG-20250620-WA0012
IMG-20250620-WA0012Foto / PAPUA
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Kalenak Murib diduga melakukan penyerangan bersenjata terhadap warga di Kampung Lambera, Distrik Yugumoak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Rabu (18/6).

Penyerangan brutal ini menyebabkan tiga warga sipil meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka serius.

Informasi yang diterima fajarpapua.com menyebutkan bahwa insiden tragis tersebut dipicu oleh persoalan internal dalam kelompok KKB.

Kalenak Murib disebut marah besar setelah mengetahui adanya dugaan perselingkuhan antara istri ketiganya dengan salah satu anak buahnya bernama Minanggen Wijangge.

Situasi semakin memanas ketika Minanggen dikabarkan menyatakan keinginannya untuk keluar dari kelompok KKB dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ledakan emosi tersebut diduga mendorong Kalenak Murib dan pasukannya untuk menyerang Kampung Lambera.

Selain menembaki warga sipil, mereka juga membakar sejumlah honai milik masyarakat.

Tiga korban yang tewas dilaporkan turut dibakar setelahnya. Lima korban lainnya kini tengah dirawat intensif di Puskesmas Sinak akibat luka tembak dan luka bakar.

Penyerangan ini menyebabkan puluhan warga Kampung Lambera mengungsi demi menyelamatkan diri ke Distrik Megeabume dan Distrik induk Sinak.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai insiden ini, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi.

“Belum ada info, saya cek dulu,” ujarnya singkat melalui pesan tertulis.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut dan berupaya menjamin keamanan warga di wilayah rawan tersebut. (ron)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.