BERITA UTAMAMIMIKA

Bupati Mimika Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Wujudkan Perdamaian

548
×

Bupati Mimika Ajak Warga Perkuat Persaudaraan Wujudkan Perdamaian

Share this article
Bupati Mimika Johannes Rettob.

Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Papua Tengah Johannes Rettob mengajak warganya untuk menjadikan momentum Tahun Baru 2026 sebagai ajang untuk memperkuat dan meneguhkan persaudaraan di tengah keberagaman guna mewujudkan suasana yang damai.

Bupati John Rettob di Timika, Jumat, mengatakan kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh antarkelompok masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun daerah.

iklan

Tanpa kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh, maka rentan terjadi konflik sosial yang berujung pada instabilitas keamanan daerah.

“Jangan biarkan kebencian dan perbedaan memecah-belah persaudaraan kita. Kita kuat karena kita bersatu. Mari kita bekerja sama membawa Mimika lebih baik di tahun 2026 ini sesuai visi-misi kami yaitu membangun dari kampung ke kota sehingga masyarakat yang ada di pelosok kampung dan distrik bisa merasakan sentuhan pembangunan,” kata John Rettob.

Menurut dia, setiap orang, apapun latar belakang suku, agama, budaya, maupun profesinya, entah sebagai petani, nelayan, buruh, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI-Polri dan lainnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk menciptakan rasa damai di tengah kehidupan bermasyarakat.

Sebagai pemimpin Mimika saat ini, Bupati Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong berkomitmen untuk melaksanakan amanah yang dipercayakan rakyat setempat dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Jabatan yang kami pegang saat ini untuk melayani masyarakat, bukan untuk kita dilayani. Supaya masyarakat terutama di kampung-kampung yang jauh dari kota bisa terlayani dengan baik di seluruh aspek mulai dari bidang ekonomi, sosial, infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” kata mantan Wabup Mimika periode 2019-2024 itu.

Duet Rettob-Kemong berjanji untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, mulai dari pesisir pantai, pegunungan, pinggiran kota hingga di Kota Timika.

Karena itu, katanya, keberhasilan pembangunan Mimika tidak bisa hanya diukur dari megahnya infrastruktur yang dibangun di kota, tetapi lebih dari itu bagaimana masyarakat yang bermukim di pelosok dan terpencil merasakan betul denyut nadi pembangunan.

“Keberhasilan pembangunan kita jika anak-anak kita di pedalaman, pesisir pantai dan gunung-gunung bisa tersenyum karena menikmati pendidikan yang layak, mama-mama di pasar barang jualannya laris, lalu warga yang sakit mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tutur John Rettob yang lama mengabdi sebagai ASN Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub itu.

Pada 2025, Kabupaten Mimika mencatat sejarah meraih penghargaan Harmony Award dari Kementerian Agama, dimana Mimika terpilih sebagai daerah paling harmoni dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Bupati Rettob berharap seluruh komponen warga Mimika mempertahankan predikat tersebut.

Di penghujung tahun 2025, Pemkab Mimika menggelar acara syukuran yang dihadiri ribuan warga bertempat di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Perayaan syukur itu diisi dengan doa bersama lintas agama, penyalaan 1.000 lilin sebagai bentuk solidaritas atas musibah bencana alam yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *