BERITA UTAMAYPMAK

Gema Harmoni dari Papua Menggetarkan Ibu Kota, Symphony Amor SATP Timika Raih Juara Favorit di Ajang Internasional JDCI 2025

4
×

Gema Harmoni dari Papua Menggetarkan Ibu Kota, Symphony Amor SATP Timika Raih Juara Favorit di Ajang Internasional JDCI 2025

Share this article
Tim marching band Symphony Amor SATP Timika berfoto bersama usai tampil dan saat berlaga di ajang JDCI 2025.

Timika, fajarpapua.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Papua. Tim marching band Symphony Amor asal Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP), Timika, sukses mencuri perhatian publik nasional hingga internasional dalam ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) 2025 yang digelar di Jakarta, 20 Desember 2025.

Tampil pada kategori Senior Class Drumline Battle, Symphony Amor yang diperkuat 14 siswa SATP mampu bersaing dengan tim-tim berpengalaman dari berbagai daerah dan negara.

iklan

Pada babak preliminary, Symphony Amor mencatatkan skor 78,8 dan menempati peringkat kedua, sekaligus mengantarkan mereka masuk jajaran lima besar dunia pada kategori tersebut.

Meski langkah mereka terhenti sebelum babak final—karena hanya empat tim teratas yang berhak melaju—penampilan solid dan penuh energi dari anak-anak Papua tersebut justru mengantarkan Symphony Amor meraih Juara Favorit, berdasarkan online voting dari masyarakat internasional.

Kepala Sekolah Asrama Taruna Papua, Sonianto Kuddi, mengatakan capaian ini bukan sekadar prestasi lomba, melainkan wujud nyata visi pendidikan SATP yang berorientasi global.

“Ini bagian dari perwujudan visi-misi SATP, bagaimana anak-anak Papua bisa berkompetisi secara global. Di bidang seni, mereka sudah membuktikan mampu tampil di level internasional dan mendapat pengakuan. Papua hadir, berkarya, dan dihargai,” ujar Soni.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia, YPMAK, serta para guru dan pelatih yang terlibat langsung dalam proses panjang pembinaan siswa.

Sementara itu, perwakilan UPT Seni SATP, Aurelia Marshal, menjelaskan bahwa sebelum tampil di Jakarta, para siswa menjalani proses persiapan yang intensif. Setelah menerima undangan terbuka dari panitia JDCI, sekolah bersama tim pelatih langsung melakukan koordinasi dan seleksi.

Sebanyak 14 siswa terpilih menjalani masa karantina latihan pada 5–15 Desember 2025, di tengah libur sekolah.

“Anak-anak tetap tinggal di asrama dan fokus berlatih. Kami ingin mereka benar-benar siap, baik secara teknis maupun mental,” jelas Aurelia.

Pelatih marching band Symphony Amor, Cristian Gosal, menilai penampilan anak-anak SATP jauh melampaui ekspektasi, terlebih ini merupakan pengalaman pertama mereka tampil di ajang internasional.

“Secara mental pasti ada rasa gugup, apalagi format lombanya battle. Tapi mereka bisa mengendalikan diri, tampil rapi, tenang, dan musikal. Untuk debut di level internasional, hasil ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jam terbang dan pengalaman ke depan akan menjadi kunci agar para siswa semakin matang dan percaya diri dalam menghadapi kompetisi besar.

Keberhasilan Symphony Amor juga tidak terlepas dari dukungan penuh PT Freeport Indonesia melalui program kemitraan pendidikan dan seni. Seluruh kebutuhan tim difasilitasi, mulai dari penerbangan Airfast rute Timika–Jakarta pada 16 Desember 2025, akomodasi hotel, transportasi bus selama kegiatan, hingga kepulangan ke Timika pada 22 Desember 2025.

Dukungan serupa diberikan oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) yang secara konsisten mendorong pengembangan bakat generasi muda Papua di berbagai bidang.

Ajang Jakarta Drum Corps International (JDCI) sendiri merupakan salah satu kompetisi drumline bergengsi yang menghadirkan peserta dari berbagai negara dan menjadi tolok ukur kualitas marching band dunia.

Melalui Symphony Amor, generasi muda Papua membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berprestasi. Dari Timika, harmoni itu kini telah bergema ke panggung global—membawa pesan keberanian, disiplin, dan kebanggaan akan jati diri Papua. (moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *