BERITA UTAMAINTERNASIONAL

AS Cabut Izin Tinggal Dua Wanita Kerabat Jenderal Iran Soleimani

90
×

AS Cabut Izin Tinggal Dua Wanita Kerabat Jenderal Iran Soleimani

Share this article
AS Cabut Izin Tinggal Dua Wanita Kerabat Jenderal Iran Soleimani

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) secara resmi mencabut izin tinggal tetap dari dua wanita yang diduga memiliki hubungan keluarga dengan mendiang Mayor Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds Iran. Keputusan ini diambil setelah keduanya ditangkap pada Jumat (3/4) malam dan saat ini sedang ditahan oleh Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Pada Sabtu (4/4), AS menyatakan bahwa Hamideh Soleimani Afshar dan putrinya terlibat dalam aktivitas yang mendukung rezim totaliter dan kelompok teroris Iran. Melalui pernyataan resmi, Departemen Luar Negeri menegaskan bahwa mereka berupaya agar kedua wanita tersebut meninggalkan Amerika Serikat, menegaskan bahwa negara tidak akan menjadi tempat tinggal bagi warga asing yang mendukung tindakan terorisme.

iklan

Dalam bantahan, Zeinab Soleimani, putri kandung mendiang Soleimani, menyatakan bahwa kedua wanita yang ditangkap tidak memiliki kaitan keluarga dengan ayahnya. Zeinab menegaskan, klaim dari pemerintah AS tersebut tidak benar, dan menyebut bahwa mereka tidak terkait sama sekali dengan tokoh militer Iran tersebut.

Keputusan ini merupakan yang kedua kalinya dalam bulan ini ketika pemerintah Trump mencabut status imigrasi dari individu yang diduga terkait pemimpin Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyambut baik langkah ini dan mengklaim bahwa ia berhasil mencabut green card kedua wanita tersebut, yang menurutnya mendukung rezim Iran dan merayakan serangan terhadap AS. Selain itu, tindakan serupa juga diambil terhadap Fatemeh Ardeshir-Larijani, putri dari mantan pejabat Iran, Ali Larijani, termasuk larangan masuk ke AS bagi suami Soleimani Afshar, serta penegasan bahwa gaya hidup mewah mereka di Los Angeles turut menjadi perhatian.

Sementara itu, Iran memperingatkan kemungkinan balasan keras jika AS melancarkan serangan militer yang dianggap gila-gilaan terhadap negara mereka, menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah berpotensi menjadi ‘neraka’ jika situasi semakin memburuk.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP