Jayapura, fajarpapua.com – Sebanyak 208 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk mengamankan rencana aksi demonstrasi pada 7 April 2026 oleh Forum Independen Mahasiswa West Papua (Fim-WP) di wilayah Kantor Bupati Jayapura.
Forum Independen Mahasiswa West Papua berencana melakukan aksi dengan tuntutan penutupan PT Freeport Indonesia serta perusahaan yang beroperasi di seluruh wilayah Tanah Papua.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan melalui Kabag Ops Polres Jayapura Kompol Suheryono mengatakan, personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari unsur TNI dan Polri untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
“Kita siagakan 208 personel gabungan TNI-Polri. Personel ini ditempatkan di empat titik, diantaranya Jalan Pertigaan Genyem Sentani, Jalan Sosial, Jalan Pos Tujuh, dan Pos Pati Satu Jalan Bandara Sentani,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis oleh personel di lapangan. Namun, pihak kepolisian tidak memberikan izin terhadap rencana aksi tersebut.
“Kita dari kepolisian tidak memberikan izin untuk pelaksanaan demo. Jika tetap dipaksakan, maka akan dibubarkan di titik kumpul. Berdasarkan surat edaran, mereka berencana menuju DPR Kabupaten Jayapura,” katanya.
Selain menyiagakan personel, Polres Jayapura juga melakukan patroli sejak hari ini hingga malam, dan dilanjutkan apel siaga pada pagi hari di Lapangan Makam Theys Sentani. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dalam beraktivitas.
“Kami mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan rencana aksi tersebut. Silakan tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak ikut-ikutan,” pungkasnya. (hsb)

















Komentar (0)