Uni Emirat Arab (UEA) membantah keras tudingan yang menyebutkan bahwa mereka telah meluncurkan drone Wing Loong II ke Iran. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, yang menegaskan negaranya tidak terlibat dalam konflik Iran melawan Amerika Serikat maupun Israel.
Al Dhaheri menegaskan bahwa sejak awal konflik di kawasan Teluk, tidak ada negara Arab seperti Arab Saudi, Oman, Kuwait, Bahrain, Qatar, maupun Yordania yang terlibat dalam menyerang Iran. Ia menambahkan, sebaliknya, Iran yang telah melancarkan serangan udara ke berbagai negara di kawasan tersebut. “Ini bukan cerita yang sesuai fakta,” tegasnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (8/4).
Sementara itu, pihak Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmail Baqaei, mengklaim bahwa sebuah drone yang ditembak jatuh di kota Shiraz tampaknya berasal dari UEA atau Arab Saudi. Puing-puing drone tersebut diidentifikasi sebagai Wing Loong II, yang merupakan produk China dan diketahui dimiliki oleh kedua negara Teluk tersebut. Baqaei menyebut ini sebagai bukti keterlibatan aktif negara-negara kawasan dalam konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.
Meski tidak menyebutkan negara secara spesifik, Baqaei menyampaikan bahwa drone tersebut digunakan oleh dua negara di Timur Tengah dan mendesak keduanya memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Sebelumnya, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa angkatan bersenjata Iran berhasil menghancurkan drone MQ-9 Reaper milik AS, namun kemudian diidentifikasi sebagai Wing Loong II yang dimiliki UEA dan Saudi. Drone ini mampu membawa berbagai jenis rudal, bom, dan roket dengan jangkauan hingga 1.500 kilometer, dan penggunaannya pernah dituding terlibat dalam konflik di Sudan dan Yaman.
Penggunaan drone Wing Loong II oleh kedua negara Teluk ini menimbulkan kekhawatiran mengenai eskalasi konflik di kawasan, terutama mengingat ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan negara-negara Barat serta Israel. Saat ini, situasi di kawasan tetap tegang, dan para pengamat menantikan penjelasan resmi dari negara-negara terkait mengenai insiden drone ini.










Komentar (0)