BERITA UTAMAINTERNASIONAL

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Tanggapi Dispensasi AS

210
×

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Tanggapi Dispensasi AS

Share this article
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia, Tanggapi Dispensasi AS

Pada Sabtu (18/4), Ukraina melancarkan serangan udara yang menargetkan dua kilang minyak dan sejumlah fasilitas energi di Rusia, sebagai respons terhadap perpanjangan dispensasi penjualan minyak Rusia oleh Amerika Serikat. Serangan ini dilakukan beberapa jam setelah Washington mengeluarkan izin sementara, meskipun Rusia tetap berada di bawah sanksi embargo energi dari Barat.

Dispensasi yang diberikan AS pada Jumat (17/4) ini menjadi langkah kedua yang memungkinkan penjualan minyak Rusia yang sebelumnya terkena sanksi, sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan signifikan. Kementerian Keuangan AS menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk memastikan pasokan minyak tetap tersedia di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

iklan

Serangan yang dilaporkan oleh komandan pasukan drone Kyiv, Robert “Madyar” Brovdi, menyasar kilang minyak di Novokuybyshevsk dan Syzran di wilayah Samara, serta fasilitas lainnya di Krasnodar dan Krimea. Meski Rusia tidak mengakui serangan tersebut dan mengklaim hanya ada upaya pertahanan udara terhadap 258 drone Ukraina, sejumlah fasilitas industri di Rusia mengalami kerusakan dan kebakaran akibat serangan ini.

Pasca serangan, pejabat Rusia melaporkan kebakaran yang terjadi di depot minyak Tikhoretsk dan pelabuhan Vysotsk, dengan ratusan personel dikerahkan untuk memadamkan api. Menurut analis, serangan ini merupakan balasan atas perpanjangan dispensasi AS yang memungkinkan penjualan minyak Rusia hingga 16 Mei, yang sebelumnya sempat dipastikan tidak akan diperpanjang oleh Menteri Keuangan AS.

Pengamat energi menilai bahwa langkah ini memberi dampak positif pada pendapatan Rusia, yang mencatat lonjakan hampir dua kali lipat pada Maret lalu, mencapai US$19 miliar. Situasi ini menambah ketegangan di pasar energi global, di tengah tekanan geopolitik dan sanksi internasional terhadap Rusia.

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP