Manokwari, fajarpapua.com – PT PLN (Persero) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah Papua Barat.
Upaya ini ditegaskan dalam pertemuan bersama Komisi XII DPR RI, pemerintah daerah, serta Dinas ESDM Papua Barat yang difokuskan pada percepatan program kelistrikan di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni, Minggu (26/4).
Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, mengapresiasi peningkatan kinerja PLN dalam menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil dalam dua tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa listrik kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia merata tanpa terkecuali.
“Listrik bukan lagi kebutuhan sekunder, tetapi kebutuhan dasar. PLN harus hadir sebagai wujud kehadiran negara hingga ke daerah terpencil,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Cheroline Chrisye Makalew yang menilai program Listrik Desa (Lisdes) PLN berjalan efektif.
Ia mengapresiasi realisasi usulan program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat Papua Barat.
“Kami ingin keberadaan kami berdampak nyata. Energi di Papua Barat harus semakin baik dan merata,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, PLN mencatat pertumbuhan signifikan di UP3 Manokwari yang kini melayani sekitar 128 ribu pelanggan, seiring meningkatnya kebutuhan energi masyarakat.
Sementara di Teluk Bintuni, pengembangan kelistrikan difokuskan di wilayah Bintuni Selatan, meliputi Desa Agonda, Foroda, dan Tofoi.
PLN juga menargetkan penyelesaian program Lisdes di 28 desa di Papua Barat pada akhir April sebagai bagian dari visi besar “Indonesia Terang”.
Executive Vice President Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Ignatius Rendroyoko, menegaskan komitmen PLN dalam membangun sistem kelistrikan berbasis desa sebagai fondasi utama pemerataan energi.
Ia juga meminta dukungan DPR dan pemerintah daerah dalam mengatasi tantangan sosial dan geografis.
“PLN berkomitmen mewujudkan akses listrik bagi seluruh masyarakat, dimulai dari desa-desa dengan koordinasi erat bersama pemerintah daerah,” jelasnya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menyatakan kesiapan pihaknya dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui sosialisasi dan komunikasi intensif kepada masyarakat.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang kuat, listrik dapat menjangkau hingga titik terjauh Papua Barat demi kemajuan daerah,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara PLN, DPR RI, dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai tantangan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat dapat diatasi.
Sinergi ini menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (Humas PLN)








Komentar (0)