Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

UAE: Peluang Kesepakatan AS-Iran soal Selat Hormuz Hanya 50:50

UAE: Peluang Kesepakatan AS-Iran soal Selat Hormuz Hanya 50:50
Foto / INTERNASIONAL
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Penasihat Diplomatik Presiden Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menyatakan peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran terkait situasi di Selat Hormuz saat ini hanya sekitar 50 persen. Gargash memperingatkan bahwa konflik baru antara Washington dan Teheran akan memperburuk ketegangan yang sudah meningkat di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam wawancara dengan Gulf News pada Sabtu (23/5), Gargash mengungkapkan kekhawatirannya terhadap upaya negosiasi yang hanya bertujuan mencapai gencatan senjata sementara justru menanam bibit konflik baru. Ia juga menegaskan pentingnya mengembalikan jalur pelayaran Selat Hormuz agar tetap terbuka dan tidak menjadi arena konflik.

Gargash menilai bahwa Iran selama ini sering kehilangan peluang diplomatik karena terlalu percaya diri dengan posisi tawarnya dalam negosiasi internasional. Ia berharap Iran tidak mengulangi kesalahan tersebut, mengingat peluang diplomasi yang terus menipis. Selain itu, ia menyoroti meningkatnya kekhawatiran UEA terhadap program nuklir Iran, terutama setelah konflik yang berlangsung sejak akhir Februari lalu, yang membuat program tersebut menjadi perhatian utama negara tersebut.

Selain isu nuklir, Gargash mengungkapkan bahwa UEA semakin merasa waspada terhadap kekuatan militer Iran yang mampu menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya. Ia juga menyebutkan bahwa selama 40 hari pertama perang sejak 28 Februari, UEA menjadi sasaran sekitar 3.300 drone dan rudal, meskipun hanya sekitar empat persen serangan yang berhasil menembus sistem pertahanan mereka. Ia menambahkan bahwa Iran secara efektif menutup Selat Hormuz setelah mengumumkan pembentukan badan khusus untuk mengelola jalur laut strategis tersebut, yang merupakan jalur utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Ketegangan di Selat Hormuz terus menjadi perhatian dunia karena berimplikasi besar terhadap pasokan energi dan stabilitas ekonomi global. Kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan ini tetap tinggi, sementara peluang diplomasi antara AS dan Iran masih sangat tipis.