Lewati ke konten utama

Dua Pelajar Tewas Bersimbah Darah di Bengkel SP3, Kapolres Mimika : Luka Diduga Akibat Sabetan Senjata Tajam

Redaksi Fajar PapuaPenulis
12.38 WIT2 menit baca860 dibaca
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak
Kapolres Mimika AKBP Alredo RumbiakFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Dua pelajar, Tardius Kogoya dan Nomison Genongga, ditemukan meninggal dunia dengan luka serius pada bagian leher di sebuah bengkel mobil di Jalan Yan Tinal, SP3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (30/8) pagi.

Kedua korban diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak mengatakan, informasi penemuan kedua korban pertama kali diterima piket siaga Reskrim sekitar pukul 07.00 WIT.

“Anggota piket siaga Reskrim langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi adanya penemuan mayat di Bengkel Mas Mul, Jalan Yan Tinal, SP3,” kata Alredo.

Sesampainya di lokasi, petugas menemukan Tardius Kogoya dan Nomison Genongga sudah dalam kondisi meninggal dunia. Keduanya mengalami luka pada bagian leher.

Dari pemeriksaan awal di lokasi kejadian, luka yang dialami kedua korban diduga akibat sabetan benda tajam.

Tardius mengalami luka parah pada bagian leher kanan, sementara Nomison mengalami luka pada leher bagian kiri.

“Dari pemeriksaan awal terhadap kondisi korban, diduga luka tersebut akibat senjata tajam,” jelasnya.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.

Setelah olah TKP selesai, kedua jenazah dievakuasi menggunakan mobil jenazah Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menuju RS Mitra Masyarakat (Caritas) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan identitas yang dihimpun, Tardius Kogoya diketahui berstatus pelajar dan berdomisili di Jalan Kampung Utikini 2, SP XII Blok 1, Timika.

Sementara Nomison Genongga, yang juga merupakan pelajar, tercatat berdomisili di Jalan Cenderawasih Poros SP3, Karang Senang, Kabupaten Mimika.

Kapolres menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian kedua pelajar tersebut.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mencari saksi lainnya serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” tegas Alredo.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian tersebut agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian guna membantu proses pengungkapan kasus. (ron)