Timika, fajarpapua.com – Nasib tragis yang dialami Maiclalan Erens Yacob Koibur (16) menyimpan kesedihan yang mendalam. Remaja tersebut meninggal dunia setelah menjadi korban penyerangan menggunakan panah wayer di sekitar Bundaran Petrosea, Timika, Minggu (27/9) sekitar pukul 05.00 WIT dini hari.
Sebelum kejadian, korban diketahui berpamitan kepada orang tuanya untuk mengantar pacarnya pulang ke kawasan Nawaripi Dalam, Timika. Namun, korban justru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan panah wayer masih tertancap di bagian dada.
Kapolres Mimika melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Putut Yudha Pratama mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 18.30 WIT korban meminta izin kepada orang tuanya untuk keluar rumah dengan alasan mengantar pacar ke Nawaripi Dalam.
Sebelum berangkat, korban sempat meminta uang untuk jajan. Orang tua korban kemudian meminta anaknya yang lain, Jouquin Koibur, menemani korban menuju mesin ATM untuk mengambil uang.
“Setelah itu, Jouquin kembali ke rumah, sementara korban tidak ikut pulang. Sekitar pukul 00.00 WIT, orang tua korban yang terbangun sempat mengecek kamar korban. Namun, kamar tersebut dalam keadaan kosong. Karena korban belum juga kembali, orang tua korban kemudian kembali tidur,” jelas Putut.
Lanjut Kasat Reskrim, sekitar pukul 04.00 WIT, suasana rumah mendadak berubah setelah sekitar tiga anggota kepolisian bersama keluarga korban datang menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna silver.
Orang tua korban kemudian dibangunkan dan diberitahu bahwa anaknya berada di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM). Mendengar informasi tersebut, orang tua korban langsung berangkat bersama anggota kepolisian menuju rumah sakit.
Setibanya di RSMM, keluarga memastikan bahwa korban yang berada di rumah sakit tersebut adalah Maiclalan Erens Yacob Koibur. Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya telah ditutupi kain kafan.
Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka. Panah wayer masih tertancap di bagian dada korban. Selain itu, terdapat luka lecet di bagian kepala sebelah kanan, luka pada kedua jari kaki serta luka lecet pada punggung tangan sebelah kanan.
Peristiwa tersebut kini masih ditangani aparat kepolisian. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui rangkaian kejadian yang menyebabkan korban terkena panah wayer hingga meninggal dunia.
Diberitakan sebelumnya, dua orang menjadi korban penyerangan menggunakan panah wayer di sekitar Bundaran Petrosea, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (27/9) dini hari. Dalam kejadian tersebut, satu korban meninggal dunia dan satu lainnya masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Maiclalan Erens Yacop Koibur (16). Korban mengalami luka akibat terkena panah wayer pada bagian dada kiri. Sementara korban lainnya, Hikmah Baharado (15), mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan medis di RSMM Timika.(ron)














