Jayapura, fajarpapua.com – PT Angkasa Pura Indonesia berencana melakukan pengembangan Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas bandara sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Papua yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komite II DPD RI Dr. Badikenita Sitepu saat kunjungan kerja Koordinator Mitra Strategis Komite II DPD RI dan pendalaman informasi terkait pengembangan konektivitas di Papua yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Jayapura, Senin (28/9/2026).
“Kami tadi sudah menyerap beberapa aspirasi dalam pengembangan Pelabuhan Depapre dan perluasan Bandara Sentani. Diperkirakan ada penambahan seluas 10 meter ke depan dan memindahkan Depot Pertamina ke arah yang lebih layak yang nantinya akan dijadikan terminal cargo,” ujar Badikenita.
Ia mengatakan, pengembangan Bandara Sentani membutuhkan anggaran sekitar Rp350 miliar. Pembangunan tersebut diharapkan dapat diselesaikan pada 2027.
“Bandara Sentani akan lebih bagus lagi setelah dilakukan pengembangan. Nantinya akan ada pembangunan perluasan, penunjang terminal, hingga penataan kawasan bandara,” katanya.
Setelah pengembangan selesai, Bandara Sentani diharapkan mampu melayani jutaan penumpang setiap tahun, termasuk pada jam-jam sibuk. Kehadiran fasilitas baru juga diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, mempercepat pelayanan penumpang, serta memperkuat peran Bandara Sentani sebagai salah satu pintu gerbang utama wilayah timur Indonesia.
Badikenita menjelaskan, pekerjaan pengembangan akan berlangsung di tengah operasional bandara yang tetap melayani aktivitas penerbangan setiap hari.
Menurutnya, pembangunan tersebut tidak sekadar menambah kapasitas infrastruktur, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan transportasi udara bagi masyarakat di Papua.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Haris Ricard Yocku menyampaikan apresiasi kepada Komite II DPD RI yang telah melakukan pertemuan bersama sejumlah instansi terkait di Kabupaten Jayapura untuk membahas pengembangan Bandara Sentani dan Pelabuhan Depapre.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayapura menyambut baik adanya pengembangan pembangunan di Bandara Sentani. Pada tahun 2027, kita akan melihat sudah ada perubahan di Bandara Sentani. Saya berharap ini bukan hanya slogan, kata-kata atau foto saja, tetapi ada langkah nyata yang dilakukan agar masyarakat melihat ada perubahan,” jelasnya.
Selain pengembangan infrastruktur, Haris juga meminta agar tingginya harga tiket penerbangan dari Jayapura menjadi perhatian serius pengelola bandara dan pemerintah pusat.
Menurutnya, persoalan harga tiket perlu mendapat perhatian agar masyarakat tidak terbebani, baik dalam melakukan perjalanan maupun pengiriman barang dari dan menuju Papua.(hsb)














