Lewati ke konten utama

BMKG Edukasi Masyarakat Kabupaten Jayapura tentang Potensi Gempabumi dan Tsunami

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.39 WIT2 menit baca5 dibaca
BMKG menggelar Sekolah Lapangan Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Jayapura, Selasa (29/9/2026).
BMKG menggelar Sekolah Lapangan Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Jayapura, Selasa (29/9/2026).Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapangan Gempabumi dan Tsunami di Kabupaten Jayapura, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Jayapura tersebut dihadiri Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, serta sekitar 130 peserta dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat, pelajar dan instansi terkait.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat mengenai potensi gempabumi dan tsunami di wilayah Kabupaten Jayapura.

“Kita berharap 130 peserta memahami dampak gempabumi dan tsunami di Kabupaten Jayapura. Selain itu, peserta sekolah lapang BMKG ini bisa menjadi perpanjangan tangan kami untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di manapun mereka berada dan tinggal,” ujar Yustus.

Ia mengatakan, masyarakat perlu memahami bahwa gempabumi dan tsunami pernah terjadi di wilayah Kabupaten Jayapura. Karena itu, kesiapsiagaan perlu terus dibangun untuk menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.

“Kita harus bersama-sama menjaga Kabupaten Jayapura agar aman dan selamat dalam menghadapi bencana alam. Masyarakat juga harus selalu siap dan tanggap terhadap bencana alam ke depan,” katanya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri mengharapkan masyarakat semakin tanggap dalam mengantisipasi kondisi cuaca maupun potensi bencana alam.

“Kita memiliki potensi yang beragam baik pada aspek maupun bidang yang kita miliki. Daerah kita juga memiliki potensi kerentanan terhadap gempabumi. Ketangguhan hanya bisa dicapai jika masyarakat maupun stakeholder terbiasa memperhatikan peringatan BMKG dan menerjemahkannya menjadi aksi evakuasi yang cepat dan tepat,” kata Abdul Rahman Basri.

Menurutnya, perubahan cuaca dan iklim yang terjadi di daerah juga berdampak terhadap masyarakat, khususnya mereka yang bergerak di sektor pertanian, perikanan dan aktivitas lainnya.

Melalui Sekolah Lapangan BMKG tersebut, para petani dan nelayan diharapkan memperoleh pemahaman mengenai pola tanam dan aktivitas melaut yang dapat disesuaikan dengan perubahan iklim, sehingga produktivitas tetap terjaga.(hsb)