BERITA UTAMAMIMIKA

Timika Kota Toleransi Terbaik di Indonesia, Toni Wanggai Berharap Pencanangan Hari Kerukunan di Mimika

cropped cnthijau.png
4
×

Timika Kota Toleransi Terbaik di Indonesia, Toni Wanggai Berharap Pencanangan Hari Kerukunan di Mimika

Share this article
0d683ac3 a35e 4bf5 b88d f8232ab74606
Toni Wanggai yang juga Anggota MRP saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan Menjaga Toleransi Merawat Kebhinekaan yang digelar PC Nahdhatul Ulama Kabupaten Mimika di Horison Hotel Diana, Kamis (9/6).

Timika, fajarpapua.com – Kota Timika, Kabupaten Mimika saat ini menjadi salahsatu kota urban atau wilayah yang menjadi tempat tujuan para perantau di Provinsi Papua.

Mengingat sebagai tujuan perantauan, banyak warga dari luar Kota Timika yang mengadu nasib sehingga masyarakatnya sangat majemuk.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Meski demikian menurut Ketua PW Nahdhatul Ulama Papua, Toni Wanggai menilai Kota Timika sebagai Kota Toleransi Terbaik di Indonesia.

“Kota Timika yang penduduknya dari berbagai suku, agama dan juga golongan namun hidup berdampingan dengan harmonis,” ujar Toni Wanggai yang juga Anggota MRP saat menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan Menjaga Toleransi Merawat Kebhinekaan yang digelar PC Nahdhatul Ulama Kabupaten Mimika di Horison Hotel Diana, Kamis (9/6).

Menurutnya, dengan kondisi yang ada saat ini memang sangat layak jika Kota Timika dan Kabupaten Mimika mendapat predikat Kota Toleransi Terbaik di Indonesia.

Bahkan lanjutnya, Kabupaten Mimika bisa dan layak menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Indonesia terkait dengan kerukunan dalam keberagaman.

Toni juga mengakui, Kota Timika layak mendapat Harmoni Awards sebagai penghargaan terhadap keberhasilan dalam menjaga toleransi.

Dalam kesempatan itu Toni juga berharap di Kabupaten Mimika mencanangkan Hari Kerukunan sebagaimana harapan Drs. Ausilius You semasa menjabat sebagai Sekda Kabupaten Mimika.

“Tujuh tahun lalu, pertama kali saya ke Timika bertemu dengan Pak Ausilius You dan mewacanakan pencanangan Hari Kerukunan pada 2 Mei namun belum terwujud,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya PLH. Sekda Kabupaten Mimika, Jenny O Usmani mengapresiasi PC. Nadhatul Ulama Kabupaten Mimika yang menggelar Dialog Kebangsaan Menjaga Toleransi Merawat Kebhinekaan.

Menurutnya, dialog tersebut dilihat sangat penting mengingat Kabupaten Mimika yang terdiri dari 18 distrik, 152 kampung dan kelurahan dengan jumlah penduduk 311 ribu lebih memiliki masyarakat yang majemuk.

Sementara Ketua PC Nahdhatul Ulama Kabupaten Mimika, Gus Imam Mawardi mengungkapkan, pelaksanaan dialog tersebut sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjaga NKRI.

Nadhatul Ulama lanjutnya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melaksanakan program menuju kemajuan pembangun lahir dan bathin. (mas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *