Gedung Puskesmas Ada di Gunung, Tapi Pasien dan Tenaga Medisnya Ada di Timika, Kok Bisa ?

by -
Mimika papua, TNI
Warga Omponi Aroanop saat merayakan HUT RI ke 75.

Timika, fajarpapua.com
Pergolakan kamtibmas di wilayah pegunungan Mimika mempengaruhi layanan kesehatan.
Terhitung 5 bangunan puskesmas di wilayah itu yang kini tidak beroperasi maksimal. Sebagian besar warga dan tenaga medisnya ada di Kota Timika.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, SST MEpid ketika dikonfirmasi di Pendopo Rumah Negara, Kamis (20/8) mengatakan, sejak awal tahun 2020 ketika terjadi gangguan kamtibmas di wilayah Aroanop, Dinkes membuat kolaborasi untuk layanan kesehatan di luar gedung bagi warga yang dievakuasi.

“Ada 5 puskesmas yang ada di gunung beririsan wilayah kerjanya dengan 5 puskesmas di wilayah kota. Sebagian besar warga yang ada di Banti, Opitawak Arwanop, Tsinga, Alama, Hoya dan Jila ada di Timika, jadi mereka dilayani di sini,” ujarnya.

Reynold mengatakan, kolabrasi itu sudah didesign untuk meningkatkan promosi preventif masyarakat bagaimana beraktifitas pada pendemi Covid 19 termasuk cara mencegah agar tidak tertular wabah virus tersebut.

“Tim pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan coba sweeping dari rumah ke rumah. Karena sebagian besar warga mereka ada di kota maka pelayanan mereka wajib lakukan,” tuturnya.

Ia menerangkan saat ini tenaga kesehatan (Nakes) terdistribusi secara baik pada semua puskesmas di distrik dan pustu yang ada di kampung pesisir dan pedalaman Mimika.

“Di Jita Kadis Kesehatan menugaskan Sekretaris Dinkes untuk mendistribusikan tenaga kesehatan dan memastikan tenaga ada di sana. Di Potowayburu ada tenaga Nusantara Sehat. Juga ada petugas di Mimika Barat (Kokonao) dan semua kepala puskesmas yang kemarin baru dilantik semua saat ini sudah ada di puskesmas masing-masing,” ungkapnya.