Dicari Ibu Dua Anak yang Jadi Pemulung di Kota Timika, Kondisinya Memprihatinkan

by -
Kota Timika
Yani dan anaknya yang masih berusia 3 tahun terpaksa jadi pemulung.

Timika, fajarpapua.com
Kota Timika, ibukota Kabupaten Mimika menyimpan banyak masalah. Selain kasus penjambretan, kini fenomena pemulung (pemungut barang-barang bekas sampah) juga bermunculan.

Terhitung ada dua pemulung, satu ibu rumah tangga dan seorang lagi pria tua yang kini tinggal di pinggir tembok Graha Eme Neme Yauware (ENY).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika Petrus Yumte SH mengaku baru mendapat informasi tersebut dan sudah menugaskan stafnya untuk melakukan pencarian.

“Terima kasih informasinya, nanti staf Dinsos caritahu,” ungkap Petrus.

Terkait informasi seorang pria tua hidup jadi pemulung di tembok Graha ENY, diakui Petrus pihaknya mengalami keterbatasan dana.

“Kami mohon DPRD Mimika bisa pikirkan masalah ini, kalau bisa anggaran diperhatikan,” ujarnya.

Seorang ibu rumah tangga yang diketahui bernama Yani, warga Jalur Tiga Kampung Kamoro Jaya (SP 1) sudah tiga minggu ini jadi pemulung. Kabarnya, profesi yang digeluti ibu dua anak itu setelah sang suami, Petrus, jatuh sakit.

Yani bersama dua anaknya yang masih berusia 3 dan 1,5 tahun memungut kaleng-kaleng bekas di pinggir jalan.

Petrus, suaminya jatuh sakit akibat bisul pecah di bagian perut dan menyebabkan lumpuh. Sebelumnya Petrus bekerja sebagai kuli bangunan.

Selain itu ada orangtua yang tinggal sebatang kara di rumah gubuk seadanya di belakang Graha Eme Neme Yauware.

Dinsos, kata Yumte, memiliki anggaran terbatas dan akan mengusulkan hal itu dalam dokumen program tahun 2021.

“Saya harap DPRD memperhatikan kebutuhan anggaran bagi anak jalanan, lansia, pemulung dan mereka-mereka yang menjadi penyandang masalah sosial di Mimika,” katanya lagi.(mar/jun)

INFO IKLAN 0812-3406-8145