Wow… Ada Kampung Unik di Mimika, Semua Warganya Papua, Bakal Jadi Kampung Wisata Pertanian

by -
Mandiri Jaya Timika
Panorama alam Kampung Mandiri Jaya

Timika, fajarpapua.com
Pemerintah Distrik Wania menurut rencana mulai tahun depan akan menyulap Kampung Mandiri Jaya menjadi kampung wisata pertanian.

Kampung ini dinilai punya keunikam tersendiri karena dihuni 100 persen masyarakat asli Papua khusus Suku Nduga yang semuanya petani.

“Kami sudah buat design kampungnya yang memiliki lahan pertanian cukup luas sehingga cocok untuk wisata pertanian buah dan sayur. Apalagi semangat warga bertani dengan mengolah lahan cukup bagus. Kita akan beri perhatian khusus,” kata Kepala Distrik Wania, Richard Wakum, SE di ruang kerjanya.

Kampung Mandiri Jaya, kata dia, adalah kampung paling selatan di Distrik Wania, yang mana jika masuk ke kampung tersebut sangat sejuk dan pohon-pohon besar masih terpelihara.

“Kampung ini rata-rata dihuni orang asli Papua, tidak ada satupun pendatang. Pemerintah distrik merencanakan kampung ini jadi wisata pertanian, buah dan sayur sangat cocok apalagi didukung dengan semangat warga bertani sangat tinggi,” paparnya.

Soal pembangunan di kampung Mandiri Jaya, Richard mengatakan pemerintah sedang membangun jalan masuk dari Budi Utomo sudah diaspal.

“Jalan aspal tinggal sedikit saja masuk kampung. Di sana sudah ada listrik. Kedepan pemerintah berencana menambah sejumlah fasilitas umum lain,” tukasnya.

Untuk pelayanan kesehatan, terang dia, lokasi kampung ini dari sisi jangkauan sangat dekat Puskesmas Pasar Sentral.

Jika ada warga atau keluarga yang sakit, kebanyakan berobat di Puskesmas Pasar Sentral. Kedepan dalam rencana bisa saja pemerintah akan mebangun puskesmas pembantu (Pustu), jika ada warga yang sakit mereka datang berobat ke pustu, tidak lagi jauh-jauh ke Pasar Sentral.

banner 300250

Dikatakan, terkait rencana wisata pertanian, sudah dibicarakan dengan kepala kampung, Elias Mirip.

“Artinya, jika kampung ini dicanangkan jadi kampung pertanian, setiap hari akan ada warga Mimika dan SP-SP datang berbelanja sayur atau buah ke kampung ini. Kemudian pemerintah kampung bisa bekerjasama dengan Bapenda untuk menerapkan karcis masuk. Kalau ada karcis masuk tentu sudah ada pendapatan masuk buat kampung dan buat daerah. Belum lagi warga beli sayur atau buah berarti petani sudah ada pemasukan. Jika transaksi secara rutin maka pendapatan petani dan kampung ini akan bertambah setiap bulan,” pungkasnya.

Menurutnya, tugas bersama pemerintah distrik dan kampung, membina masyarakat agar bisa menjadi petani yang menghasilkan pendapatan baik dari sayur maupun buah.

“Letak kampungnya sejuk, subur, berpotensi besar untuk sayur dan buah,” paparnya.

Soal kebiasaan masyarakat Kampung Mandiri Jaya, mereka sangat alergi jika ada yang mabuk masuk ke kampung tersebut.

“Jika ada warga mereka yang konsumsi miras di Timika, tidak boleh kembali ke kampung dalam keadaan mabuk karena itu pasti dihakimi warga dan keluarganya. Yang mabuk tinggal d luar sampai sadar dan pulih betul baru masuk kampung. Termasuk warga Timika, petugas dari kabupaten atau distrik kalau ada yang minum atau mabuk sebaiknya jangan masuk kampung Mandiri Jaya karena sudah pasti akan dihakimi warga, karena warga disana tidak suka dengan alkohol atau miras apalagi dengan orang mabuk karena pemahaman mereka mabuk suka ciptakan masalah,” paparnya.(tim)

INFO IKLAN 0812-3406-8145