Proyek Venue Panjat Tebing di Mimika Sudah Capai 41 Persen

by -
Pon papua
Venue panjat tebing

Timika, fajarpapua.com – Proyek pembangunan venue panjat tebing di Kabupaten Mimika yang akan digunakan dalam PON XX Papua sudah mencapai 41 persen. Pihak kontraktor memastikan pengerjaan berakhir Desember 2020.

Taufik selaku proyek manager kepada Fajar Papua di lokasi pengerjaan, Rabu (4/11), mengatakan awal kontrak Kamis (24/4) silam. Namun efektif mulai dikerjakan Juli 2020 akibat covid 19. Namun pengerjaan hanya setengah hari.

“Yang cukup menyita waktu seperti pengiriman barang dari luar Timika seperti yang kita lihat, untuk wall rangka sudah berdiri, bordir sementara, leed juga sementara kalau yang sudah ready rangka speed, tribun sementara, fokus untuk tutup di atas, rangka atapnya sudah mulai dikerjakan,” ucapnya.

Dijelaskan, pihaknya optimis target sampai Desember selesai. Namun hal itu bisa terwujud jika cuaca bersahabat.

“Bobot pengerjaan sampai Senin kemarin sudah mencapai 41.persen, kita masih tambah 7 persen dari rencana yang ada. Kami tetap mengejar karena kemarin kami juga sudah diingatkan, untuk wall minta difoto, karena mereka sudah menyiapkan untuk border awal karena speednya sudah ada. Kendala yang dihadapi karena adanya refocusing ditambah covid 19 serta cuaca di akhir tahun yang kurang bersahabat,” bebernya.

Menurut dia, walaupun ada hambatan tapi pengerjaan tetap jalan. Adapun luas lokasi untuk pembangunan venue panjat tebing 94 x 84 m2.

Yakob Salusu selaku PPTK menjelaskan target pengerjaan selesai Desember 2020.

“Sebenarnya masa kontrak selesai pada bulan Oktober, cuma kami ada tambahan waktu sampai bulan Desember. Pengerjaan terlambat karena tidak sesuai dengan schedule kontrak, 3 bulan itu ada lockdown sehingga efektivitas kerja menurun. Dengan keterlambatan itu akhirnya kami ada addendum. Jadi kami tetap pada prinsip semua bangunan fisik harus selesai sampai bulan Desember,” tandasnya.

BACA JUGA:  Bupati Omaleng : Presiden Jokowi Tolong Pertimbangkan Penundaan PON Papua

Dijelaskan ada 5 bangunan utama, tribun untuk panjat tebing sendiri ada tiga, wall border dengan speed 2 ruangan, ada ruangan transit, untuk tribun sendiri sudah hampir 90 persen.

“Yang membuat agak lambat yaitu di pemasangan baja. Kalau untuk bangunan lain cepat,” ujarnya.

Dikemukakan, kapasitas tribun panjat tebing 300 orang. Tribun dilengkapi beberapa ruangan seperti VIP, medis, ruangan untuk doping, mushola, kantor sekretariat dan juga gudang.

“Pertengahan November kami sudah mulai bangun atap. Kami kesulitan pasang rangka baja, karena kewalahan di crane. Untuk Timika kapasitas crane hanya sampai 50 ton, itupun sudah dikontrak PT Freeport sehingga disini kami kesulitan. Sementara kami gunakan yang 35 ton, itupun harus dibelah dua baru bisa diangkat, sehingga pekerjaannya memakan waktu agak lambat di pemasangan baja. Syukurlah semua berjalan, tiang-tiang utama sudah berdiri. Kami tetap optimis selesai finishing-nya di bulan November ini,” paparnya.

Ketua harian panjat tebing kabupaten Mimika Muh Basar, menyampaikan, Vanue panjat tebing yang dibangun saat ini memiliki standar internasional.

“Kita punya vanue ini termasuk yang paling besar di Indonesia. Kami sudah tinjau beberapa daerah namun Mimika yang paling lengkap. Saya selalu berkoordinasi dengan para tehnical delegate (TD), kelengkapan teknis seperti room latihan dan lain-lain kedepan perlu disiapkan karena dalam desain yang ada hanya ada room, belum dipasang dinding wall untuk latihan. Ini sangat penting kedepan kami selalu berkoordinasi dengan bidang peralatan sehingga hal-hal tehnis semua bisa disiapkan karena hajatan Pon 2021 sebagai tuan rumah kita tunjukan yang terbaik,” pungkasnya.(jun)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250