BERITA UTAMAMIMIKA

Venue Terjun Payung PON Papua Dibangun di Sentra Pemerintahan Mimika SP 3, Begini Penilaian TD

pngtree vector tick icon png image 1025736
3
×

Venue Terjun Payung PON Papua Dibangun di Sentra Pemerintahan Mimika SP 3, Begini Penilaian TD

Share this article

Timika, fajarpapua.com – Keseriusan PB PON XX Papua, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam menyiapkan fasilitas venue Terjun Payung menunjukan hasil memuaskan.

Hal ini dibuktikan venue yang dibangun di halaman pusat pemerintahan SP 3 itu tinggal pekerjaan ringan yang diselesaikan PB PON Papua, Sub PB PON Mimika, dan Pemkab Mimika.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Demikian disampaikan Technical Delegate (TD) Terjun Payung, Effendi Soen dalam jumpa pers bersama awak media di Kantor PB PON Sub Timika, Kamis (10/12).

Effendi mengatakan saat kedatangannya beberapa waktu lalu belum ada progress yang dikerjakakan PB PON Papua, Sub PB PON Mimika dan Pemkab Mimika.

“Awalnya saya pesimis apakah Cabor terjun payung bisa dilaksanakan atau tidak karena belum ada tanda-tanda venue itu dibangun. Kita bersyukur dalam waktu sekian bulan venue sudah disiapkan dan lokasinya cukup luas di depan Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Dikatakan, pengerjaan sisa yang akan dilakukan seperti penataan permukaan lapangan venue, gudang untuk menyimpan peralatan atlit, dan beberapa pekerjaan lain.

“Saya juga mengusulkan kalau boleh disisi depan atau kiri dan kanan dibuatkan tribun portable yang bisa buka pasang sehingga orang atau warga yang datang nonton tidak berdiri di pinggir pagar, dilauar atau menempati sejumlah kantor Sentra Pemerintahan tapi mereka bisa nonton dari tribun yang disiapkan PB Panitia penyelenggara,” paparnya.

Dikemukakan, yang menjadi luar biasa dan spesifik venue tersebut ada di halaman pusat pemerintahan yang cukup strategis dan mengundang banyak orang untuk mellihat.

“Untuk terjun payung ada tiga level, yakni level pertama sebelum buka payung ada kerjasama tim selama 30 detik buat formasi, kemudian pada ketinggian 3000 atau 2500 meter ada nomor yang biasa disebut kerjasama antar parasut, dimana dua parasut kerjasama buat formasi dan dikejar oleh kameramen. Dan yang ketiga kecepatan mendarat. Dalam ketinggian 1000 meter penerjun dilepas dan mereka berupaya untuk menginjak dengan kecepatan tertentu,” ucapnya.

Semua cabang olahraga terjun payung sejak awal tetap bermarkas di TNI AU, karena di sana ada banyak fasilitas yang dimiliki dan ada sejumlah penerjun berpengalaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *