Timika, fajarpapua.com - Koordinator Penyelenggara Pesparawi LPPD Provinsi Papua, Agus Samori mengatakan, pelaksanaan Pesparawi Papua yang sebelumnya melibatkan dua provinsi, Papua dan Papua Barat akhirnya dipisah. Papua Barat memutuskan pelaksanaan Februari 2021 ini, sedangkan Papua pada Oktober 2021 mendatang.
Perlu diketahui, pemisahan pelaksanaan pesparawi Se Tanah Papua yang ke-13 semata-mata hanya karena pandemi Covid untuk menghindari penumpukan massa. Namun pada saat Musyawarah Daerah tetap dilaksanakan dua provinsi di Timika untuk menentukan tempat pelaksanaan Pesparawi ke 14 se Tanah Papua yang akan dilaksanakan kembali bersama-sama 2 propinsi.
Agus mengakui dirinya datang ke Timima untuk berdiskusi kembali dengan panitia penyelenggara di Kabupaten Mimika berkaitan dengan panduan pelaksanaan semua kegiatan lomba yang akan digelar pada akhir Oktober sampai awal November 2021 nanti.
Jadwal awal yang sudah dibuat sesuai dengan kondisi 2019 dengan kegiatan tahun 2020, tapi karena kondisi berubah seiring merebaknya wabah Covid 19 maka jadwalpun perlu dimantapkan lagi.
"Sehingga perlu didiskusikan kembali bersama teman-teman di Kabupaten Mimika. Kita sudah lihat jadwal sedikit demi sedikit nanti ditetapkan dimana akan disepakati Oktober akhir pembukaan dan awal November sudah mulai dengan lomba," ujarnya.
Dikatakan, jadwal urutan mata lomba serta kategori yang dilombakan sebisa mungkin dipresing.
"Lomba yang sudah ada hanya perubahan di tahun, hari, tanggalnya saja. Nomor undian tetap sama, mata lombanya juga sama, dan perlu penyesuaian dengan gedung-gedung lomba yang ada di Timika,” kata Agus.
Untuk lomba, menurut dia tetap masuk semua yaitu 12 mata lomba. Hanya LPPD Provinsi dan panitia penyelenggara tetap mempertimbangkan situasi Covid 19 yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda mereda.
Untuk mata lomba jelas Agus misalnya, Solo anak 7-9 tahun, solo anak 10-13 tahun, paduan suara anak, paduan suara remaja, paduan suara wanita, paduan suara pria, paduan suara campuran dan paduan suara etnik.
Untuk untuk juri, pihaknya sudah menentukan jumlah, dan disepakati ada 16 juri, dengan pembagian 5 untuk kategori paduan suara anak, paduan suara remaja, paduan suara dewasa campuran, dan 5 juri untuk paduan suara pria, paduan suara wanita, dan etnik kemudian tiga juri untuk vokal group dan tiga lagi untuk solis anak dan remaja. Jadi jumlah total ada 16 orang juri.
Kata dia, pihaknya menyepakati hanya juri nasional, dan LPPD maupun panitia penylenggara tidak mendatangkan juri dari luar negeri karena pertimbangan Covid 19.
"Nama-nama juri kami belim tentukan siapa-siapa termasuk belum lihat, karena LPPD Provinsi masih evaluasi. Nanti ada batas waktu kami akan menentukan siapa-siapa yang jadi juri," bebernya.
Juri akan terlibat dalam semua keigatan yang ada, sehingga pihaknya mengantisipasi hal itu.
Agus mengatakan, diharapkan semua kabupaten kota hadir mengikuti Pesparawi kali ini.
"Tadinya LPPD Provinsi dan panitia penyelenggara harapkan Papua Barat ikut, tapi mereka pisah dan menurut rencana mereka laksanakan pada Februari mendatang, sehingga Papua hanya 29 kabupaten/ kota," tukasnya.
Ketua LPPD Kabupaten Mimika dan Ketua III Panitia Penyelenggara, Ade Johan Matulesi berterima kasih kepada Agus Samori dari LPPD Provinsi Papua yang sudah datang membantu pantiia dalam memantapkan jadwal pelaksanaan Pesparawi yang menurut rencana akan dilaksanakan pada akhir Oktober sampai awal November 2021 mendatang.
"Memang Mimika harus siap lebh awal, dimana dalam musyawarah daerah dalam Pesparawi Kaimana beberapa waktu lalu, Mimika ditunjuk sebagai tuan rumah. Saat itu LPPD Mimika membacakan rekomendasi Bupati Mimika soal kesiapan Mimika sebagai tuan rumah Pesparawi se tanah Papua di Timika. Kami tetap mengamankan rekomendasi pak Bupati. Ini menyangkut harga diri Kabupaten Mimika, dan Oktober pembukaan. Pak Wakil Bupati sebaga ketua panitia dan beliau siap dan sudah melaksanakan kegiatan beberapa kali. Kami siap menyukseskan Pesparawi Papua di Kabupaten Mimika,” terang Ade.
Kegiatan dimulai akhir Oktober sampai tanggal 6 November 2021. Sebagai Ketua LPPD Kabupaten Mimika, pihaknya tetap mengikuti jadwal yang dikeluarkan LPPD Provinsi. Saat ini belum ada latihan-latihan, mungkin berapa munggu kedepan mulai ada jadwal latihan yang dibagi ke masing-masing pelatih.
"Pelatih-pelatih berhenti cukup lama sehingga harus mulai dengan latihan awal yang terbatas. Situasi covid harus mempertimbangkan kesehatan dan protokol kesehatan masing-masing peserta," paparnya. (tim)

