Habis !!!, Satu-satunya Pesawat untuk Menginjil Wilayah Pedalaman Papua Dibakar, Ini Resiko yang Siap Ditanggung KKB !

by -
Beredar foto diduga para pelaku pembakaran sedang action di ekor pesawat yang dibakar.
Beredar foto diduga para pelaku pembakaran sedang action di ekor pesawat yang dibakar.

Timika, fajarpapua.com – Jajaran Polda Papua dan Polres Nabire sudah mengidentifikasi para pelaku pengerusakan, pembakaran, serta melakukan kekerasan terhadap pilot pesawat Aleks yang adalah warga Negara Amerika Serikat (AS). Mereka yang merusak, membakar dan melakukan aksi kekerasan terhadap pilot dianggap kelompok iblis.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw saat ditemui di Timika, Sabtu (9/1/2021) mengatakan, pilot Aleks ketika diidentifikasi dan dimintai keterangan oleh Kapolres Nabire mengakui saat mendarat tiba-tiba ada sekelompok orang keluar dari semak-semak sekitar bandara menuju pesawat sambil menodongkan senjata ke ke arahnya.

Mereka menyuruh pilot turun dan menggeledah isi pesawat lalu membakar moda transportasi udara itu.

banner 300250

Menurut Kapolda Papua dihadapan Kapolres Nabire sang pilot mengatakan penerbangan saat itu bukan dicarter, tapi terbang regular biasa dengan isi muatan bahan makanan (bama) bagi para pendeta (hamba Tuhan) yang ada di pendalaman Kabupaten Intan Jaya.

“Jika diberitakan sebelumnya dua orang warga Intan Jaya yang menumpang pesawat itu adalah mereka carter pesawat itu salah. Pesawat ini terbang reguler membawa bahan makanan untuk para hamba Tuhan yang menginjil di Pedalaman Intan Jaya,” kata Paulus.

Sebagai Kapolda, dia sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kelompok KKB di Intan Jaya. Awalnya, Polda mengira pesawat tersebut dicarter ternyata tidak, karena pilot pesawat terbang untuk mendukung misi penginjilan di daerah pedalaman Intan Jaya.

BACA JUGA:  KKB Temianus Magayang Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

“Awalnya saya sempat bertanya pesawat ini siapa yang mencarter, bawa apa saja, dan kenapa sampai ke kampung itu. Itu pertanyaan kami secara awam, tetapi dalam interview dan pemeriksaan oleh Kapolres Nabire, ternyata pilotnya mengaku terbang reguler biasa untuk membantu hamba Tuhan yang ada di pedalaman,” terangnya.

Dikatakan, pesawat itu satu-satunya sarana milik hamba Tuhan. “Kita sebentar lagi bulan Februari kurang lebih 65 tahun Injil masuk Tanah Papua. Saya ditunjuk para Hamba Tuhan sebagai ketua panitia, dan saya sesalkan kejadian ini. Karena sejak dibukanya tabir kehidupan bangsa Papua ini oleh pada hamba Tuhan dengan segala upaya dan cara mereka masuk ke tanah ini dalam menyebarkan kabar sukacita Injil. Hamba Tuhan masuk ke pelosok-pelosok hingga ke pedalaman Papua. Dan jika ada tindakan manusia seperti ini, itu berarti sudah melakukan kejahatan. Ini tindakan diatas kejahatan dan masuk kelompok iblis tepatnya,” kutuk Kapolda.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 The request cannot be completed because you have exceeded your quota.