BERITA UTAMAMIMIKApinpost

Vaksin Covid-19 di Mimika Prioritas 18 Tahun ke Atas, Alasannya Paling Rawan

pngtree vector tick icon png image 1025736
4
×

Vaksin Covid-19 di Mimika Prioritas 18 Tahun ke Atas, Alasannya Paling Rawan

Share this article
Kadinkes
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra saat sosialisasi vaksin covid 19

Timika, fajarpapua.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Sabtu (16/1) melakukan kegiatan sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Mimika tahun 2021 bertempat di Hotel Grand Tembaga, Jl. Yos Sudarso.

Salah satu point penting pada kegiatan sosialisasi itu yakni vaksinasi Covid-19 diprioritaskan warga umur 18 tahun ke atas.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Dr. Jeanne Rini Poespoprodjo, Sp.A., M.Sc., Ph.D saat diwawancarai Fajar Papua mengatakan, vaksinasi dimulai dari umur 18 tahun ke atas karena usia tersebut paling rawan terdampak covid – 19.

“Penderita yang mengalami covid 19 fase sedang dan berat itu pada usia-usia itu apalagi kalau ada penyakit bawaan semakin beresiko,” ungkapnya.

Berbeda dengan imunisasi, lanjut dia, imunisasi dimulai dari bayi bukan sudah dewasa.

“Penyakit lain itu lebih banyak di bayi dan menyebabkan kematian di bayi. Berbeda dengan covid ini yang dampaknya terjadi pada orang yang sudah tua dan komorbit, dari situlah kenapa vaksinasi berbeda dengan imunisasi,” paparnya.

Menurutnya, imun anak kuat yang mengakibatkan daya tahan tubuh mereka cukup kuat menghadapi Covid-19.

Sementara itu Kadis Kesehatan Kab. Mimika Reynold Ubra mengemukakan, berdasarkan data kumulatif kasus dari per tanggal 25 Maret 2020 hingga 15 Januari 2021 berjumlah 3.903 kasus atau sudah menghampiri 4000 kasus. Dari jumlah itu, kasus aktif 392, yang sembuh sudah mencapai 3.475 kasus.

“Kita berharap masyarakat bisa membantu untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan, diatas jam 21:00 jangan ada lagi aktifitas ataupun kerumunan,” paparnya.

“Pada tahun 2021 dalam satu hari rata-rata bisa mencapai 30 kasus dalam artian apabila tidak ada vaksinasi di tahun 2021 ini pasti kasus akan terus melonjak naik,” pungkasnya.

Dalam rencana tersebut, vaksinasi akan dilakukan di 10 puskesmas dan penambahan fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi covid 19 yang ditetapkan berdasarkan keputusan kepala dinas kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *