Ironis !!! Guru PNS yang Ditarik dari YPPK Ditugaskan ke Sekolah Negeri yang Justru “Kelebihan” Guru

by -

Timika, fajarpapua.com – Sikap tegas Bupati Mimika Eltinus Omaleng menyikapi kebijakan Dinas Pendidikan Mimika menarik guru PNS dari Yayasan Pendidikan Persekolan Katolik (YPPK) masih ditunggu warga.

Meskipun dalam banyak kasus Bupati hanya diam, namun kali ini warga berharap Bupati ikut berpihak pada kepentingan ribuan anak didik yang mengenyam ilmu di lembaga pendidikan milik YPPK.

“Kami minta bupati jangan hanya ikut maunya Kadis Pendidikan, harus tegas supaya daerah ini bisa normal, tidak selalu ribut karena ulah pejabat tertentu,” ungkap Lambertus, orang tua murid SD Waonaripi Tiga Raja, Selasa (19/1) malam.

Ia mengatakan, sekolah di pesisir, pedalaman dan pegunungan Mimika didominasi YPPK dan yayasan swasta lainnya.

“Sekolah negeri kebanyakan di sekitar kota. Semestinya Pemda berterima kasih kepada YPPK yang membuka isolasi pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil. Kalau mereka dipersulit begini lalu YPPK tutup sekolah-sekolah itu siapa yang rugi?, apakah Pemda sudah siap sekolah negeri untuk  menampung anak-anak didik, Apakah Pemda sudah siapkan lapangan pekerjaan untuk guru-guru yang menganggur?” paparnya.

Fakta miris terungkap, guru-guru yang ditarik dari SD YPPK Waonaripi Tiga Raja ternyata ditempatkan di sekolah negeri yang nyatanya kelebihan tenaga guru.

Salah seorang kepala sekolah yang meminta namanya tidak dikorankan mengaku sekolahnya mendapat tambahan 3 tenaga guru tersebut.

Namun karena guru di sekolahnya  sudah banyak, ia mengaku menolak.

“Saya tolak karena kami sudah banyak guru. Padahal kasihan YPPK malah kekurangan guru,” ujarnya kepada Fajar Papua, Selasa.

Sebelumnya, sebanyak 13 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini diperbantukan di SD YPPK Tiga Raja, secara tiba-tiba ditarik oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250