Direktur PT Freeport Indonesia Bantah Kabar Karyawan Enggan Divaksin, Ini Fakta Sebenarnya

by -

Timika, fajarpapua.com – Beredar kabar karyawan tambang emas dan tembaga raksasa ketiga di dunia, PT Freeport Indonesia, enggan divaksin covid 19. Kabar itu terkuak setelah sejumlah karyawan menyampaikan protes beberapa waktu lalu.

Ditemui awak media di Rimba Papua Hotel, ahad kemarin, Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma membantah kabar tersebut. Kata dia, aksi protes yang dilakukan sekelompok kecil karyawan beberapa hari lalu di Tembagapura sama sekali tidak terkait penolakan vaksinasi COVID-19.

“Sekarang pemerintah masih memprioritaskan pemberian vaksin Sinovac kepada petugas kesehatan. Untuk kalangan umum, termasuk karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktor belum ada yang menerima suntikan vaksin Sinovac,” paparnya.

Dijelaskan, fakta sebenarnya, ketika Kampung Banti mulai aktif kembali, ada sekelompok kecil karyawan yang setiap pagi naik kerja ke Tembagapura lalu sorenya turun kembali ke Banti.

“Kan untuk masuk Tembagapura ada standar prosedur yang diterapkan yaitu harus mengikuti pemeriksaan antigen. Maka tidak heran dalam satu minggu karyawan yang naik turun dari Banti ke Tembagapura itu pemeriksaan antigen bisa dua sampai tiga kali,” jelasnya.

Sekelompok kecil karyawan yang bermukim di Banti, lanjut dia, mempersoalkan kewajiban untuk mengikuti pemeriksaan antigen berkali-kali dalam sepekan untuk bisa berangkat kerja ke Tembagapura.