Dana Kurang, Kalapas Minta Pemda Mimika Tanggung Biaya Berobat Napi, Marthen : Pusat Hanya Kucur Rp 12 Juta

by -
Lapas
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 2 B Timika, Mathen Palinoan

Timika, fajarpapua.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas 2 B Timika, Mathen Palinoan menyatakan saat ini ada sebanyak 260 narapidana atau warga binaan yang dibina pihaknya.

Dengan banyaknya warga binaan tersebut saat ini pihaknya cukup kewalahan dalam memenuhi kebutuhan warga binaan terutama dalam hal biaya berobat.

Hal ini diungkapkan Marthen saat menggelar pertemuan dengan Komisi A DPRD Mimika, Rabu (25/2).

Menurutnya, dalam satu tahun Dirjen Lapas Kemenkumham hanya mengalokasikan anggaran biaya untuk Lapas Kelas 2 B Timika yang sangat minim.

“Anggaran pengobatan bagi warga binaan dari pusat hanya Rp 12 juta pertahun,” jelasnya dihadapan Komisi A DPRD Mimika.

Sementara lanjutnya, biaya yang dibutuhkan setiap tahunnya berkisar diangka Rp 50 juta.

Marthen menyadari, Lapas Kelas 2 B Timika secara organisasi adalah lembaga vertikal dan instansi pusat yang ada di daerah yang tidak mendapat anggaran dari daerah.

Namun lanjutnya, warga binaan yang saat ini menghuni Lapas Timika adalah rata-rata orang Mimika. “Sehingga sangat tepat jika kami datang berkeluh kesah ke dewan dan Pemda Mimika untuk membantu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Marthen meminta Komisi A DPRD Mimika membantu mendorong Pemda Mimika agar menanggung biaya pengobatan warga binaan.