Merauke, fajarpapua.com
Bupati Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka saat ini terus melakukan safari kunjungan kesejumlah pejabat teras di Jakarta.
Dari data yang dihimpun fajarpapua.com dari akun Anggota DPR RI yang juga Politikus Partai Gerindra, Yan P Mandenas, Bupati Romanus Mbaraka diketahui berada di Jakarta sejak pertengahan Maret lalu.
Selama berada di ibukota, Bupati Mbaraka melakukan lobi-lobi dan kunjungan ke sejumlah pejabat untuk mempercepat pelaksanaan program Merauke Bangkit dan Merauke yang Lebih Sejahtera.
Pada kunjungannya ke Jakarta, Bupati Mbaraka bertemu dengan Staf Khusus Menteri Perhubungan guna membahas pengiriman beras ke Lembata, Nusa Tenggara Timur.
Dalam kesempatan itu, Bupati Mbaraka juga menyampaikan keinginan masyarakat agar pengoperasian Kapal Tol Laut dari Merauke langsung ke Timika agar proses pengiriman beras bisa lebih mudah.
Selain itu diharapkan, dengan kebijakan diatas target pengiriman beras Merauke sebesar 1.000 hingga 2000 ton pertahunhun bisa tercapai.
Bahkan guna memaksimalkan daya serap beras Merauke, Bupati Mbaraka juga telah merencakan pengiriman beras menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang nantinya akan dibicarakan mekanismenya dengan Lanud.
Selain itu Bupati Mbaraka juga bertemu dengan Kepala Badan Kepegawaian Negara terkait nasib 190 CPNS orang asli Papua.
Sementara saat bertamu ke Kemendagri RI, Mendagri Tito Karnavian yang menerima Bupati Mbaraka disela-sela jadwal yang begitu padat, menyampaikan bahwa Pemekaran Provinsi Papua Selatan merupakan prioritas.
Dalam kesempatan itu juga terjadi pembahasan tentang batas-batas wilayah antara Kabupaten Mappi, Boven Digoel dan Merauke.
Mendagri berharap administrasi tentang batas wilayah dengan Merauke, Mappi serta Boven Digoel segera diselesaikan. Sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dihadapan Bupati Mbaraka, Mendagri meminta pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah Timur Indonesia yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea harus dilaksanakan dengan baik.
Sementara terkait rencana roling dan pengisian jabatan di lingkungan Setda Kabupaten Merauke, Bupati Mbaraka juga bertemu dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.
Langkah ini dilakukan karena seperti diketahui saat ini ada posisi jabatan yang mengalami kekosongan sehingga harus diisi kembali agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada Mlmasyarakat dapat berjalan sempurna dan maksimal sebagaimana mestinya.
Bupati Mbaraka juga bertemu dengan Stafsus Milenial Presiden, Billy Mambrasar untuk membahas beberapa hal terutama soal pertanian Merauke.
Menurut Bupati Mbaraka, saat dirinya masih menjabat Bupati Merauke periode 2011-2016, Presiden Jokowi degan giatnya mendorong Papua, khususnya Merauke menjadi sumber pangan denga dimulai dari program MIFFE.
“Saya meminta kepada Billy Mambrasar dapat menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar mendorong kembali pertanian. Karena Merauke menjadi ‘perutnya’ Indonesia Timur, khusus pemenuhan akan kebutuhan beras,” ujarnya.
Sementara saat bertemu dengan Ketua MPR RI, Bupati Mbaraka meminta dukungan untuk pembentukan Provinsi Papua Selatan dan juga mendorong MPR RI menyurakan suara petani Merauke kepada Kementrian Pertanian agar beras Merauke dapat diserap oleh Perum Dolog. (mas)

