Tetua Suku Kamoro Sudah Maafkan, Istri Tersangka UU ITE Menangis Mohon Ampunan Gerry, Yance Boiyau: Keterlaluan !!!

by -
Hana Rahayaan menangis sesegukan meminta suaminya dibebaskan
Hana Rahayaan menangis sesegukan meminta suaminya dibebaskan

Timika, fajarpapua.com – Hana Rahayaan menangis sesegukan. Kata gob**k yang ditulis suaminya berinisial SY di laman FB ternyata berujung sel tahanan Polres Mimika.

SY memposting kata itu saat terjadi penembakan di Pomako. Usai postingannya diskrinshut dan viral di group facebook, pada 11 Maret SY resmi ditahan.

Istri pelaku, Hana Rahayan sudah berusaha meminta ampunan dan memohon agar SY dimaafkan. Para tetua Kamoro dan Lemasko sudah memaafkan. Namun ketua Lemasko Gregorius Okoare yang ikut melaporkan kasus itu ke Polres Mimika belum menghadiri proses mediasi di Polres Mimika.

Kasus itu kini dimediasi Bhabinkamtibmas Kampung Wanagon, Bripka E. Maniai.

Kepada wartawan fajarpapua.com di SP 2, Sabtu (10/4), Hana sambil menangis mengaku terpukul dengan kejadian itu.

“Waktu kejadian saya di Nduga, saya dapat telepon dua jam setelah kejadian itu. Hari itu juga tanggal 11 Maret saya langsung terbang ke sini, pas sampai di rumah tetangga bilang suami saya sudah ditahan, anak saya dititipkan di tetangga,” ujar Hana sambil menangis.

Dia mengaku sudah mendatangi kediaman Gerry Okoare di Serui Mekar memohon suaminya dimaafkan.

“Saya sampai peluk kakinya. Saya minta pak tolong maafkan. Pak Gerry hanya bilang iya saya maafkan tapi karena umum sudah tahu jadi proses hukum tetap jalan,” ujarnya sesegukan.

BACA JUGA:  Oknum Karyawan di Tembagapura Ditangkap Polisi, Ini Masalahnya

Ia mengaku sudah berusaha menemui tokoh-tokoh Kamoro, mereka sudah memaafkan. Namun Gerry Okoare belum juga mau bertemu untuk berdamai.

“Pak Gerry, mungkin suami saya khilaf pak, tolong maafkan pak. Saya kerja di Nduga pak, anak saya titip di tetangga di sini, tolong pak dia butuh kehadiran ayahnya, tolong maafkan kalau suami saya khilaf pak,” ujar Hana sambil menangis.

Bukan hanya Hana, Kerukunan Keluarga Besar Ambai Serui juga sudah berusaha memohon maaf Gerry Okoare.

Selfianus Yowei selaku Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Besar Ambai Serui mengaku sudah tiga kali pihaknya menghadiri undangan Polres Mimika untuk proses mediasi kasus itu, namun selalu buntu lantaran ketidakhadiran Gerry.

“Kami sudah berupaya maksimal mungkin untuk melakukan koordinasi ke beberapa tokoh aat suku Kamoro. Tapi pak Gerry belum tanggapi. Saya sebagai bagian dari warga/ kerukunan merupakan tanggungjawab, sudah koordinasi ke tokoh-tokoh Kamoro, mereka sudah maafkan, tinggal pak Gerry,” ucapnya.