Tanggapi Rencana Polisikan Yohanes Kemong, Simon Ingatkan Lemasa dan Lemasko Tidak Main Lapor

by -
Simon Kasamol
Simon Kasamol

Timika, fajarpapua.com – Pengurus OKIA Kabupaten Mimika, Simon Kasamol mengingatkan dua lembaga adat, Lemasa dan Lemasko agar tidak selalu melapor polisi setiap ada kritikan. Jika salah, harus ditegur, bukan dengan cara menempuh jalur hukum.

Pernyataan itu disampaikan Simon dalam video rilis, Kamis (8/4) menanggapi rencana Ketua Lemasko Gregorius Okoare yang akan mempolisikan Yohanes Kemong gara-gara video yang dinilai memfitnah lembaga tersebut.

Berikut petikan langsung pernyataan Simon Kasamol. “Menanggapi sekaligus juga mengklarifikasi terkait video pak Yohanis Kemong, atas pernyataan dari Lemasko. Intinya bahwa dengan video tersebut, Lemasko hendak merencanakan melaporkan ke polisi.

Pada kesempatan ini kami sampaikan klarifikasi. Ada tiga inti masalah yang disampaikan pak Yohanes Kemong. Pertama menyangkut musdat, kedua masalah penggelapan dana, yang ketiga posisi beliau, Yohanis Kemong sebagai juru bicara.

BACA JUGA:  Berkoar-koar Soal Lemasko di Video, Yohanes Kemong Kena Batunya, Gerry : Kita Laporkan ke Polisi

Tentang musdat, bahwa di Lemasa itu sudah berakhir pada bulan November 2020. Sehingga jalan yang sama, pola yang sama ini juga akan dipertahankan oleh Lemasko.

Jadi, masyarakat wilayah adat Lemasko maupun juga masyarakat wilayah adat Lemasa menghendaki musdat. Di dalam AD/RT sudah jelas bahwa setelah berakhirnya pak Odisius Beanal kemarin sisa waktu itu dilanjutkan oleh pak John Tsingal sebagai direktur Lemasa.