Redaksional
FAKSI militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB memang secara umum diketahui belum terorganisir dengan baik.
Bahkan juga tidak jarang, karena tidak adanya kepemimpinan yang sahih yang bisa mempersatukan, antar kelompok yang ada di organisasi juga terkadang terlibat bentrok.
Meski demikian, TPNPB-OPM sebagai organisasi yang berjuang dengan cara militer juga memiliki sejumlah pimpinan militer atau Komandan yang namanya melegenda.
Bahkan banyak diantaranya dipercayai oleh masyarakat terutama para pengikutnya, memiliki ilmu atau kekuatan supranatural sehingga sangat sulit bagi aparat keamanan untuk menangkapnya.
Sebut saja almarhum Kelly Kwalik yang makamnya berada di area Lingkaran Timika Indah. Pemimpin tertinggi kelompok separatis TPNPB-OPM Wilayah Timika, yang tewas pada Rabu, 16 Desember 2009 setelah ditembak tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri dan personel Polda Papua.
Kelly Kwalik yang ditembak di sekitar Gorong-Gorong, Timika, dikenal sebagai salahsatu pemimpin faksi militer OPM yang beroperasi di Kodap III Timika terkenal sangat sulit disentuh oleh aparat TNI-Polri yang memburunya.
"Jenderal" Kelly Kwalik menjadi legenda di kelompok TPNPB-OPM karena telah dicari-cari oleh aparat TNI dan Polri selama puluhan tahun berkaitan dengan aktivitas separatisme.
Selain Kelly Kwalik, TPNPB-OPM juga memiliki satu "Jenderal" yang legendaris
Lelaki brewok ini semakin terkenal secara nasional dan bahkan internasional karena dituduh terlibat atau memerintahkan penyerangan di kawasan tambang PT Freeport Indonesia pada Tahun 2002 lalu.
Dalam peristiwa yang dikenal sebagai Penembakan Mile 61-62 yang terjadi pada 31 Agustus 2002 tersebut, anak buah Kelly Kwalik berhasil menewaskan dua warga Amerika masing-masing Ricky Lynn Spier, 44 tahun, asal Littleton Colo, dan Leon Edwin Burgon, 71 tahun, asal Sun River Ore serta satu orang warga negara Indonesia bernama SS Bambang Riwanto.
Sementara dari kelompok TPNPB-OPM yang melakukan penyerangan timbul satu korban yang identitasnya hingga kini belum terungkap.
Mr X yang kemudian menjadi nama yang tertulis di nisan anak buah Kelly Kwalik tersebut dikuburkan di Pekuburan Umum SP 2 Timika Jaya.
Selain Kelly Kwalik, TPNPB-OPM juga memiliki satu "Jenderal" yang legendaris terutama di Wilayah Perbatasan RI-PNG yang berada di Wilayah Kabupaten Keerom.
Di wilayah ini diketahui tinggal satu panglima Tentara Pembebaan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) bernama Lambert Pekikir.
Kemudian ada Egianus Kogoya yang secara aktif melakukan aksi penembakan sepanjang 2019.
Egianus merupakan pimpinan KKB yang melakukan aksinya di wilayah Nduga dan saat ini diduga bersembunyi di hutan wilayah Kuyuwage, Kabupaten Lanny Jaya.
Ada juga sosok Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM yang dikenal sadis saat melakukan aksi teror.
Goliath Tabuni bahkan dilaporkan tak tanggung-tanggung menembak mati hingga mutilasi warga.
Goliath Tabuni sendiri dari struktur organisasi merupakan atasan dari Pimpinan KKB Papua Puncak Jaya atau Kabupaten Puncak, Lekagak Telenggen
Dan masih banyak lagi pimpinan aksi militer OPM yang dikenal cukup lihai menghindar dari kejaran aparat serta secara aktif terus melakukan gangguan Kamtibmas di Papua.
Panglima Kodap di Sinak, Puncak Jaya itu juga tidak segan menembak mati warga sipil, guru, petugas medis bahkan warga asli Papua yang mereka curigai sebagai mata-mata
Saat ini menjadi perhatian adalah aksi Kelompok Sabinus Waker di Beoga yang menewaskan 3 orang serta membakar puluhan bangunan dan helikopter serta pesawat ringan milik MAF.
Dari penelusuran diketahui, Kelompok Sabinus Waker ini ternyata memiliki afiliasi atau hubungan dengan Lekagak Telenggen, Komandan TPNPB-OPM atau Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB Papua) yang dikenal brutal karena sejumlah aksi terornya.
Bahkan Lekagak saat ini digadang-gadang oleh sejumlah pimpinan TPNPB-OPM di sejumlah wilayah pegunungan sebagai sosok yang setara dengan Kelly Kwalik.
Selain beberapakali menewaskan anggota Kopasus TNI AD serta anggota TNI-Polri, serangan Lekagak Telenggen yang menjadi Panglima Kodap di Sinak, Puncak Jaya itu juga tidak segan menembak mati warga sipil, guru, petugas medis bahkan warga asli Papua yang mereka curigai sebagai mata-mata.
Siapa dan apa saja teror yang dilakukan oleh Lekagak Telenggen? Dari sejumlah catatan yang berhasil disarikan fajarpapua.com dari berbagai sumber diketahui Lekagak Telenggen merupakan Pimpinan KKB Papua Yambi yang bermarkas di Kabupaten Puncak Jaya.
Lekagak diduga juga memimpin rombongan TPNPB-OPM yang meliputi KKB Ilaga, Militer Murib, KKB Papua Tembagapura pimpinan Seltius Waker, dan KKB Papua Ugimba pimpinan Guspi Waker.
Lekagak Telenggen adalah Komandan Operasi Umum TPNPB atau Panglima Kodap Sinak atau Komandan TPNPB-OPM Puncak Jaya.
Aksi teror KKB Papua Lekagak Telenggen yang cukup membekas adalah ia menembak mati seorang prajurit Kopassus di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Kelompok gabungan ini juga diketahui melakukan penyerangan pada Maret 2020 di Wilayah Tembagapura yang membuat ribuan warga dari Kampung Banti I dan Kampung Banti II (Kimbeli) serta Kampung Opitawak mengungsi
Dalam serangan pada 17 Desember 2019 sekitar pukul 15.30 WIT itu, kelompok Lekagak menewaskan Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan melukai Serda Rizky yang tergabung dalam satgas penegakan hukum.
Selain aparat TNI-Polri, Lekagak Telenggen Cs pada Rabu, 14 Agustus 2021 lalu juga diduga menembak mati seorang tukang ojek bernama Daeng Udin di Kampung Eromaga, Distrik Omukia.
Dan yang paling membuat heboh, dari informasi yang diketahui fajarpapua.com, Kelompok Yambi dibawah pimpinan Lekagak Telenggen ini juga sering bergabung dengan "Kelompok Kali Kopi" pimpinan Joni Botak dan Hengky Wanmang untuk menyerang wilayah Kabupaten Mimika.
Gabungan kelompok Lekagak Telenggen dan Joni Botak ini diduga secara bersams-sama menyerang Kompleks Perkantoran (Office Building/OB) PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana pada pada Senin, 30 Maret 2020 yang menewaskan Graeme Thomas Weal, 57 tahun, warga negara New Zeland.
Kelompok gabungan ini juga diketahui melakukan penyerangan pada Maret 2020 di Wilayah Tembagapura yang membuat ribuan warga dari Kampung Banti I dan Kampung Banti II (Kimbeli) serta Kampung Opitawak mengungsi.
Selain catatan diatas, Lekagak Telenggen Cs diduga juga terlibat secara langsung atau tidak langsung yang turut menewaskan aparat keamanan, warga sipil, guru,petugas medis maupun warga asli Papua disejumlah wilayah terutama di pegunungan Papua.
Aksi-aksi brutal dan sadis inilah yang membuat Lekagak Telenggen dihormati dan disanjung oleh para pengikutnya serta diyakini sebagai sosok yang memiliki "kesaktian" sehingga tetap eksis dalam memimpin aksi militer OPM hingga kini. ***
Ditulis Oleh : Mustofa
(Dinukil dan disarikan dari berbagai sumber)

