Demo Tandingan Sejumlah Orang Tua Murid Dukung Kepsek SDN Inauga Mimika, Alasan Psikologi Anak Terganggu

by -
Para orang tua murid demo di SDN Inauga.
Para orang tua murid demo di SDN Inauga.

Timika, fajarpapua.com – Sejumlah orang tua murid SD Negeri Inauga Sempan, Sabtu (17/4) menggelar demo tandingan di halaman sekolah itu, mendukung Kepsek Diana Domakubun S.Pd.

Demo tersebut sekaligus sebagai reaksi demonstrasi para guru Jumat (16/4). Dimana, saat itu para guru SDN Inauga Sempan mempertanyakan penggunaan dana BOS dan BOPDA yang dinilai tertutup serta sikap kepala sekolah yang dianggap arogan.

Samuel, orang tua murid kepada wartawan fajarpapua.com disela-sela aksi demo, Sabtu (17/4), mengemukakan aksi yang mereka lakukan untuk menjaga psikologis anak agar tidak terganggu.

“Sebenarnya kita lihat kemarin di media ada tiga masalah, realisasi dana bos, dan biaya internet. Kalau saya lihat kebijakan yang dilakukan ibu sekolah itu sudah benar, kalau demo ini nanti anak-anak kami yang jadi korban. Kami sangat setuju dengan kebijakan kepala sekolah, sangat luar biasa,” tuturnya.

Dikatakan, dulu anak murid keluar masuk sekolah. Namun sejak Diana menjabat Kepsek, semua ditertibkan.

“Kami datang karena inisiatif sendiri. Jangan sampai persoalan mereka tapi anak-anak kami yang jadi korban. Pesan saya mari datang duduk bersama selesaikan bersama, kami sebagai orang tua murid berharap pemerintah harus turun untuk mediasi persoalan ini agar bisa segera diselesaikan,” tukasnya.

Orang tua murid lainnya, Ibu Yunanti mengemukakan, jika para guru ingin demo sebaiknya dilakukan di Dinas Pendidikan yang mengangkat kepala sekolah.

“Bukan demo di sekolah apalagi sampai bawa spanduk dan lain nanti sangat berpengaruh terhadap anak-anak. Kalau guru bermasalah dengan kepala sekolah saya minta mereka duduk sama-sama. Kami di sini sebagai orang tua netral, kami mau yang terbaik agar anak-anak kami bisa belajar dengan baik,” pungkasnya.

Sedangkan Anasir Lourens Fakdawer orang tua siswa mengatakan, yang dia lihat aksi demo para guru dan spanduk yang terpasang di pagar sekolah sangat mengganggu anak yang sedang ujian.

“Mendingan mereka demo ke Dinas Pendidikan kalau ada tuduhan tidak trasparan yang mengarah ke ibu Kepsek. Lebih baik menunjukkan bukti berupa nota kuitansi dan lain-lain sehingga bisa ditindaklanjuti. Lalu alasan Kepsek otoriter saya setuju kalau ibu Kepsek sikap begitu, beliau disiplin jadi bagus kami sebagai orangtua sangat mendukung,” tandasnya.

Sementara orang tua lainnya, Paulus Gwijangge menyatakan kurang setuju jika guru-guru demo di sekolah.

“Silahkan demo di dinas atau di kantor polisi, besok-besok kalau guru demo di sekolah kami orang tua murid akan terlibat. Jelas mengganggu psikologi anak. Yang saya lihat guru demo masalah uang, sehingga kami harap dinas terkait untuk audit, mulai dari sekolah ini berdiri. Harusnya mereka demo soal prestasi sekolah atau menuntut fasilitas dan kurikulum yang baik,” tandasnya.