Timika, fajarpapua.com - Tanpa pembatas ruang atau sekat, SD Negeri Kokonao Distrik Mimika Barat saat ini menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah bekas guest house milik distrik.
Selain itu, sejak beraktivitas tahun 2019 lalu, akibat ketiadaan meja kursi, siswa terpaksa duduk di lantai.
Yang bikin miris, hingga kini sekolah negeri itu belum memiliki gedung sendiri lantaran belum dibangun Pemkab Mimika.
Guru kontrak, Fiana Lawalatta, kepada wartawan di Kokonao, menuturkan sejak dibuka hingga kini SDN Kokonao sudah memiliki 60 lebih siswa dari kelas 1-6.
Namun KBM hanya menggunakan dua ruangan tanpa sekat dan tidak punya meja kursi yang memaksa siswa duduk di lantai papan.
"Ini ruangan satu, tanpa pembatas. Satu ruang untuk kelas 1,2 dan 3.kemudian ruang di sebelahnya untuk kelas 4 dan 5. Untuk kelas 6 dengan jumlah 16 pelajar, terpisah di ruang belakang," ujar Fiana.
Karena ruang kelas tanpa sekat, menurut Fiana ketika KBM berlangsung sangat terganggu.
Sehingga para guru sepakat mulai pagi salah satu guru mengajar beberapa menit kemudian diganti guru lain lagi dan seterusnya sampai jam pulang.
"Memang berisik. Jadi tunggu satu mengajar selesai, baru ganti yang lain lagi. Kami guru sudah saling mengerti kalau yang satu sudah diam yang lain tinggal sambung mengajar. Ini bukan ruang kelas yang baku tapi ini guest house yang disulap jadi sekolah," terang dia.
Menjawab pertanyaan wartawan soal pembangunan gedung sekolah, Fiana mengakui sudah ada lahan tapi hingga sekarang Pemkab belum juga bangun.
"Tanah sekolah ada di Kampung Migiwiya. Katanya sebelum bangun menurut rencana Dinas Pendidikan harus turun tinjau dulu lokasinya. Info yang kami terima, Dinas pendidikan dalam persiapan pembangunan sekolah ini. Usulan sudah masuk tapi ditinjau dulu baru tukang mulai tahap pembangunannya," ujar Fiana yang mengakui baru dipindahkan ke sekolah ini pada awal Februari 2021 lalu.
Sebelumnya, selama 4 tahun Fina bersama rekannya Olla Akeli mengajar sebagai guru kontrak di SD Inpres Sumapro, Distrik Jita.
Fiana bersama Olla Akeli dan Maria Tanah jadi guru kontrak Dinas Pendidikan Mimika sejak 2017
Mereka berharap pembangunan sekolah SD Negeri Kokonao bisa terlaksana dalam tahun ini. Meski sekolah dalam rumah bekas guest house tapi KBM berjalan tiap hari dengan tertib dan disiplin.
Apalagi sekolah ini siswanya rata-rata anak Kamoro yang sebelumnya putus sekolah di sekolah lain.
Lebih lanjut dia menjelaskan selama bertugas di sekolah tersebut tidak ada kendala. Meskipun putus sekolah, namum kebanyakan murid rajin dan tertib dalam belajar.
"Kami tidak merasa kesulitan dan selalu berbaur dengan masyarakat. Apalagi kami dikasih apa-apa dari mereka, kami terima saja," ujarnya.
Dia juga berharap jika ada kesempatan guru-guru kontrak atau guru honor dapat diangkat jadi ASN atau P3K sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap guru yang sudah mengabdi di pedalaman Mimika bertahun- tahun.
Untuk KBM tiap hari mulai pukul 08.00-11.00. Selain gedung sekolah, perumahan guru untuk kepala sekolah dan tiga guru kontrak juga sangat dibutuhkan.(mar)

