Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Dian Argana : Stop Racuni Ikan, Stop Pakai Bahan Peledak, TAK Timika Adakan Pameran Aquascape

Pameran Aquascape Timika
Pameran Aquascape TimikaFoto / LIFESTYLE
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Demi menumbuhkan kesadaran pelestarian alam, Komunitas Timika Aquascape Kobokers (TAK) bersama Komunitas Ikan Koki mengadakan pameran Aqua Scape Show.

Selain bertujuan menumbuhkan kesadaran akan alam, kegiatan ini juga bermaksud mengumpulkan para peminat penghias akuarium dan pengkoleksi jenis-jenis ikan hias.

Pameran diselenggarakan Sabtu malam (24/4) bertempat di depan toko Hidayah Jalan Yos Sudarso.

Ketua Komunitas TAK, Dian Argana selaku koordinator pameran Aquascape Show mengatakan pameran ini bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa di Timika sudah ada Komunitas Timika Aquascape Kobokers.

"Buktikan kita bisa memelihara alam dalam akuarium yaitu berupa tanaman, tumbuhan dan ikan-ikan dalam keadaan berkembang sehat," jelasnya.

Komunitas Timika Aquascape Kobokers mengumpulkan orang-orang yang memiliki hobi menghias akuarium dan koleksi ikan hias yang mana dalam komunitas tersebut dilakukan sharing pengetahuan tentang lingkungan hidup ikan agar tahan lama di alam.

"Pemahaman ilmu pengetahuan tentang memelihara alam dan ikan, sehingga Anggota Komunitas Timika Aquascape Kobokers bisa mengetahui cara memelihara ikan dan mempunyai inisiatif menjaga alam di laut, seperti contoh tidak mencemari air laut, tidak membuang sampah di sungai maupun laut dan tidak membuat tindakan yang mencemari air laut," pungkasnya.

Dia mengajak semua peserta merawat alam agak tetap sehat.

"Ayo kita jaga alam Timika ini tetap lestari. Stop racuni ikan, stop pakai bahan peledak, stop setrum, stop gunakan pestisida," ajak Dian Argana.

Pameran ini sudah diselenggarakan kedua kalinya dengan tempat yang sama, mengumpulkan beberapa penghobi penghias akuarium.

Komunitas Timika Aquascape Kobokers dibentuk tanggal 7 Februari 2020 dan mempunyai sekretariat di Jl. Serui Mekar. Hingga kini sudah memiliki 36 anggota.

Dian menjelaskan Aqua Scape merupakan seni mendekorasi akuarium dengan pasir, bebatuan laut dan kayu/tanaman sehingga membentuk pemandangan indah dalam akuarium.

"Dalam istilahnya hardscape yang mana pasir, batu dan kayu kita jadikan satu dalam akuarium, kita hias sehingga membentuk pemandangan alam yang indah, jadi mirip seni bercocok tanam di akuarium," kata Dian Argana.

Dalam akuarium tersebut juga terdapat ikan-ikan hias khusus yang tidak memakan tanaman seperti ikan Neon Cardinal Tetra, Rasbora, Ikan Cae dan lain-lain, ditambah lagi hiasan berupa udang hitam dan keong kecil.

Tanaman Aquascape juga tergolong khusus yaitu tanaman low light yang hanya bisa disinari paparan matahari secara tidak langsung, sehingga dalam Aquascape menggunakan lampu LED sebagai pengganti matahari. Selain LED juga ada alat khusus untuk menciptakan arus buatan.

"Selain itu kita juga kasih nutrisi agar tananan tetap subur, ikan-ikan juga bisa sehat, karena tanaman yang subur bisa menciptakan oksigen," jelas Dian.

Lantas apabila tanaman tidak diberikan nutrisi maka kemungkinan besar akan ditumbuhi hama tanaman berjenis algae (lumut) yang mengakibatkan air dalam aquarium cepat kotor sehingga membuat ikan tidak berkembang.

Dian Argana menerangkan setiap Hiasan Aquascape anggarannya bisa mencapai Rp 700 ribu hingga Rp 10 juta.

"Selain hobi, bisa juga menjadi komersil, bisa kita jual, semakin bagus kita hias, semakin kreatif, semakin mahal juga harga jualnya," ucap Dian.

Aquascape merupakan nama yang tidak asing dikalangan nasional maupun internasional. Dian Argana mengatakan Komunitas Timika Aquascape Kobokers akan mengadakan Kontes bertujuan mensukseskan PON XX Papua 2021 yang bertempat di Diana Mall.

"Dengan penuh yakin, apabila tanpa halangan, mudah-mudahan bisa tercapai, kita akan adakan kontes hias aquarium dengan durasi yang ditentukan," tukasnya.(rul)