Breakingnews !! Rusuh di Lapas Merauke, Dua Napi Tewas Dikeroyok

by -
Para napi sedang dievakuasi ke sel lain
Para napi sedang dievakuasi ke sel lain


Merauke, fajarpapua.com – Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke sekitar pukul 16.30 WIT, Sabtu (8/5). Dua (2) orang narapidana (napi) tewas dikeroyok oleh sesama napi di dalam sel lapas. Dua orang  napi yang tewas dikeroyok adalah Melianus Gebze dan Sebastian Basik-Basik. Sementara satu orang lainnya, Emilianus Kaitimu meninggal di RSUD Merauke karena divonis terpapar Covid-19.


Plh. Kepala Lapas II B Merauke, Adhi Nugroho Utomo, S.Sos menerangkan, dua warga binaan (napi) dikeroyok hingga tewas diduga kuat oleh sesama rekan napi menggunakan ilmu hitam. Hal itu berkaitan dengan meninggalnya satu warga binaan lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, yang menurut para napi diduga disantet oleh kedua korban, sehingga memicu kemarahan. Karena marah tersebut mereka mengeroyok Melianus dan Sebastian hingga tewas.


“Sebetulnya kita sudah mengantisipasi dan mengamankan warga binaan atas nama Rikcy Tanggapimu di sel isolasi, kita pisahkan mereka karena memang dia juga mau dikeroyok. Kelompoknya ini kita tidak kalau ada anggotanya dan anggotanya inilah yang keroyok oleh mereka. Ini terkait dengan yang meninggal, yang diduga terkena ilmu hitam. Picu kemarahan mereka pas dengar dia meninggal di rumah sakit, langsung di sini bergejolak dan kedua orang itu dikeroyok hingga meninggal,” terang Adhi Nugroho kepada fajarpapua.com di Lapas Merauke.


Setelah kejadian aparat Polres Merauke dan Brimob langsung disiagakan di lokasi. Petugas kepolisian melakukan razia senjata tajam dan menemukan puluhan senjata tajam, seperti  badik, pisau, parang dan senjata tajam lainnya di dalam lapas.

BACA JUGA:  Mayat Pelajar Kelas Lima SD Ditemukan Terapung di Air Waduk di Dusun Sarsang


“Kita juga tidak tahu senjata-senjata tajam yang dimiliki oleh warga binaan ini. Padahal sebelum Ramadhan 1442 H, kita sempat melakukan razia, swiping gabungan kita tidak temukan. Kita juga tidak tahu keluar-masuknya dari mana. Padahal sekarang sejak Covid sudah tidak ada pengunjung. Kita masih selidiki masuknya dari mana barang-barang tajam itu,” aku Adhi Nugroho.


Menurutnya, petugas lapas sudah bekerja dan menjalankan tugas dengan maksimal. Saat kejadian pengeroyokan petugas justru berusaha meleraikan mereka. Mengingat jumlah warga binaan yang terlalu banyak, petugas akhirnya mundur.


“Ini kan perkelahian antara warga binaan. Petugas sebetulnya sudah ada di dalam dan meleraikan mereka, tapi karena banyak petugas mundur. Meninggal dua orang, satu di dekat aula dan satu di kamar 9. Dua-duanya mati dikeroyok. Sedangkan yang meninggal di rumah sakit sudah di kubur di Tanah Miring,” ungkapnya.

banner 300250
INFO IKLAN 0812-3406-8145