Timika, fajarpapua.com - Kesiapan Mimika dalam menghadapi PON XX Papua dinilai sudah matang. Bahkan perwakilan pusat meminta kabupaten lain menjadikan Timika sebagai role model dalam menyambut pekan olahraga empat tahunan itu.
Kesan itu muncul pada acara penutupan Rapat Koorinasi Teknis Bidang 1 Sub PB PON Timika, Jumat (7/5).
Meskipun mendapat apresiasi, namun Sekretaris Umum Sub PB PON Mimika, Cesar Avianto Tunya enggan berjumawa.
Cesar menilai, Sub PB PON Mimika dalam mempersiapkan perhelatan akbar PON XX tahun 2021 memang masih banyak kekurangan. Untuk itu pihaknya membutuhkan tuntunan, koreksi, arahan dari PB PON serta Ketua Panwasra. Menjelang ajang pertandingan yang tersisa 150 hari lagi, pada 2-15 Oktober 2021 nanti dibutuhkan persiapan yang lebih matang lagi.
"Tidak banyak yang kami sampaikan hanya apresiasi kepada PB PON Bidang 1 dan Ketua Panwasrah serta tim. Masih bayak hal yang perlu kami siapkan kedepan sehingga butuh tuntunan," kata Cesar.
Dia mengatakan masih banyak kekurangan yang selama ini Sub PB PON lakukan sehingga diharapkan menjadi bahan koreksi buat semua agar bisa diperbaiki.
"Kita kerja keras menyukseskan perhelatan akbar 4 tahunan ini. Pada kesempatan ini saya atas nama Ketua Umum menyampaikan terimakasih atas semua tuntunan, dorongan serta dukungan dan kita akan terus berkoordinasi dengan semua bidang," terang Cesar.
Sementara Ketua Panwasra Mayjen TNI (Purnawirawan) Suwarno pada kesempatan itu mengatakan sudah
kesekian kali datang ke Timika karena Timika luar biasa.
Menurutnya apa yang dilakukan Sub PB PON Timika merupakan satu terobosan sebagai upaya tindak lanjut CDM Meeting kedua, terkait kesiapan para tamu yang datang.
Dengan koordinasi dan pertemuan semacam ini dia semakin meyakini bahwa Papua Bisa dan Timika juga Bisa.
Lanjut Suwarno, dengan kesiapan seperti ini, semua panitia bisa melangkah lebih maju lagi apalagi waktu tersisa 150 hari.
"Masih banyak yang harus kita tangani dan kita singkronkan, semoga kegiatan ini tidak berhenti disini saja. Timika adalah klaster istimewa yang ada saat ini dijadikan role model untuk disempurnakan. Ini adalah teknis sehingga membutuhkan koordinasi teknis," jelas Suwarno.
Bupati, dinilai Suwarno, sangat serius serta dengan keberanian membangun infrastruktur baru.
"Kesempatan PON kali ini bapak ibu semua sebagai pelaku sejarah," bebernya.
Suwarni mengakui tidak bosan datang ke Timika sehingga semua yang sudah diencanakan bisa sukses.
Sedangkan Dr Yusup Yambe Yabdi ST.MT. pada kesempatan itu mengatakan warga Mimika harus bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada Mimika dan Papua.
Hal yang paling penting menurutnya adalah potret sikap orang Mimika dan yang kedua atlit yang pecahkan rekor.
Oleh sebab itu Panwasra terus mendampingi Mimika dalam menyiapkan hal-hal yang kurang.
"Dari Timika kami akan beranjak ke klaster-klaster lain semoga apa yang kita buat di Timika bisa diduplikasi oleh klaster-klaster lain. Mari kita jangan permalukan Papua," tutur Dr Yusuf Yambe Yapdi.(Jun)

