Merauke, fajarpapua.com – Tindak lanjut penandatanganan MoU dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke 7 Mei 2021 lalu, Papua Language Institute (PLI) melakukan Seleksi Akademik Program Persiapan Studi Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) untuk anak-anak asli Papua di wilayah Kabupaten Merauke dan sekitarnya.
Para calon mahasiswa S1 dan S2 ini sebelum dikirim ke luar negeri, mereka akan dipersiapkan selama 1 tahun di Jayapura dengan tenaga pengajar doktor-doktor asli Papua yang sudah menyelesaikan pendidikannya di luar negeri.
Pendaftaran calon mahasiswa program S1 dan S2 ini sudah dilaksanakan tanggal 10-18 Mei 2021 dan animo masyarakat cukup tinggi. Hanya dalam jangka waktu 1 minggu, jumlah pendaftar program ini kurang lebih mencapai 150 orang dengan rincian program S1 pendaftar mencapai 104 lebih dan S2 sebanyak 40 orang.
Program seleksi akademik oleh PLI ini sudah berlangsung selama 4 tahun. Sebelumnya, PLI sudah mengirimkan calon mahasiswa ke Rusia, Amerika dan Inggris. Untuk proses seleksi tahap awal (Seleksi Akademis) ini diselenggarakan oleh PLI di Aula SMA Negeri 1 Merauke, Rabu-Jumat (19-21/5).
Seleksi akademik dibuka secara resmi oleh Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT, Kamis (19/5), didampingi CEO PLI, Samuel Tabuni, Direktur Manager PLI, Korinus M. Waimbo, Manager Akademik PLI, Dr. Wilem Burung dan Kepala SMA Negeri 1 Merauke, Sergius Womsiwor, S.Pd., M.Pd. serta perwakilan PLI, Dr. Isak Morin, Dr. Yane Asanay, Dolvinus Womsiwor, Abdiel F. Tanians, dr. Zita Franses Wayam, Simon Balagaize, Agustinus Mahuze dan Abinus Sama.
Dalam sambutannya, Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT menyatakan dukungannya selaku pemimpin daerah terkait rencana mempersiapkan anak-anak asli Papua asal Kabupaten Merauke untuk dikirim studi S1 dan S2 ke luar negeri yang difasilitasi oleh PLI.
“Saya mendukung 1.000 persen untuk anak-anak Papua ini dipersiapkan oleh PLI untuk studi S1 dan S2 ke luar negeri. Saya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe, karena berkat program 1.000 doktor, anak-anak Papua bisa mewujudkan impiannya untuk studi ke luar negeri. Untuk bisa bersaing dalam dunia kerja satu-satunya jalan untuk memulainya adalah melalyi pendidikan,” pesan Bupati Mbaraka.
Sementara itu, CEO PLI, Samuel Tabuni menyampaikan apresiasi kepada Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT selaku Pemimpin Daerah Kabupaten Merauke atas dukungannya. Samuel mengingatkan kepada para peserta seleksi akademik agar siap mengikuti proses seleksi dengan sebaik-baiknya. Para peserta juga diminta untuk siap menerima hasil terpilih maupun tidak terpilih.
“Terpilih tidaknya kalian, bukanlah masalah. Lebih dari pada itu kalian harus memiliki kesiapan mental dan keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik, karena kesempatan ada dimana-mana. Saya harap kalian datang mengikuti seleksi akademik ini bukan karena ikut-p saja atau desakan orangtua semata. Melainkan karena memiliki dorongan yang lahir dari diri sendiri. Karena itu menjadi modal dasar menuju kesuksesan,” pesan Samuel Tabuni mengingatkan.
Pantauan fajarpapua.com, proses seleksi akademik tahap satu ini difokuskan pada tes bahasa Inggris, sains, Ilmu pengetahuan sosial, matematika dan penulisan esai untuk S1. Sedangkan untuk S2 dilakukan Tes Potensi Akademik (TPA) di bidang matematika, bahasa Inggris dan penulisan esai. Selanjutnya, seleksi akademik pada hari kedua dan ketiga (20-21 Mei 2021 difokuskan pada proses wawancara oleh Tim Akademik PLI. (hrs)

