Timika, fajarpapua.com- Komisaris Daerah (Komda) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) meminta General Manajer (GM) Telkom Papua, Sugeng Widodo diganti atas putusnya jaringan optik di Kota Jayapura dan sekitarnya.
"Jujur sebagai Mahasiswa sangat kesal karena disaat kami membutuhkan jaringan untuk kuliah online. Kami harus korban berkali-kali lipat, di saat yang sama GM Telkom Papua tidak memberikan kejelasan penyebab pasti putusnya jaringan internet di Kota Jayapura," ujar Ketua Komda PMKRI Papua, Benedictus Bame ST dalam rilis yang diterima fajarpapua.com, Rabu (2/6)
Menurutnya banyak persepsi yang muncul di kalangan masyarakat Papua khususnya Kota Jayapura akibat m putusnya jaringan internet secara tiba-tiba tersebut.
Apalagi disaat bersamaan ada beberapa peristiwa yang tejadi di Tanah Papua seperti, Rapat Dengar Pendapat (RDP) Otusus oleh DPR RI, pernyataan sikap Menkopolhukam tentang Penetapan KKB menjadi Teroris dan Penembakan Kabinda Papua.
"Hal ini membuat banyak opini yang muncul dikalangan masyarakat dan sejauh ini GM Telkom Papua tidak memberikan sosialisasi ataupun keterangan secara baik agar masyarakat bisa paham," urainya.
Putusnya jaringan di Jayapura lanjut Bame, bukan satu kali ini saja tetapi sudah terjadi banyak kali.
"Mengapa GM Telkom Papua tidak evaluasi atau jika tidak evaluasi maka solusi ganti saja karena kerjanya tidak profesional. Kita ini sudah hidup di era digitalisasi yang membutuhkan jaringan untuk akses segala informasi," jelasnya.
Telkom Papua Siapkan Tim Satgas Jaringan Internet Jelang PON XX(Opens in a new browser tab)
Terhitung sudah satu bulan masyarakat Kota Jayapura tanpa bisa mengakses internet, menurut Bame ini sangat merugikan. "Kuliah atau belajar online tersendat, apalagi sekarang sadang masuk ujian semester, siswa yang belajar dan Aktifitas perkantoran serta segala aktivitas yang berkaitan dengan akses internet juga terhambat," katanya.
Untuk itu PMKRI tegasnya, mempertanyakan langkah konkret GM Telkom Papua dalam menangani masalah tersebut. "Jika GM Telkom Papua tidak mengambil langkah maka, kami akan duduki Telkom Papua," tutupnya. (jun)

