Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Gangguan Internet di Jayapura Dikaitkan Pengiriman Pasukan Tumpas KKB, Yulian Minta Warga Tidak Berasumsi

Pasukan TNI tiba di Pelabuhan Jayapura
Pasukan TNI tiba di Pelabuhan JayapuraFoto / PAPUA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Jayapura, fajarpapua.com - Asumsi miring gangguan internet tiga wilayah di Papua sebagai akibat putusnya kabel optik bawah laut menggelinding bak bola liar. Sejumlah warga mengkaitkannya dengan pengiriman pasukan TNI/Polri untuk menumpas KKB.

"Kenapa tiba-tiba mati. Mungkin supaya informasi ke KKB terputus," ungkap Paul, seorang sopir angkot di lingkaran Abe kepada fajarpapua.com, Jumat (30/4) malam.

Warga masih mengaitkan dengan KKB sebab beberapa waktu sebelumnya ratusan personil TNI turun di Pelabuhan Jayapura. Mereka akan dikirim ke daerah yang masih dihantui teror KKB.

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengimbau masyarakat di wilayahnya tidak terprovokasi isu sabotase atas terganggunya jaringan komunikasi akibat putusnya kabel optik bawah laut milik Telkom di Perairan Sarmi.

Kabel Optik Putus, Jaringan Internet 3 Kabupaten di Papua Putus Total(Opens in a new browser tab)

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dance Yulian Flassy kepada Antara di Jayapura, Sabtu mengatakan persoalan internet, yakni putusnya kabel optik bawah laut sekitar 700 kilo meter dari Perairan Sarmi tersebut, merupakan kejadian yang memaksa.

"Meskipun membuat komunikasi di Jayapura terganggu, namun di wilayah selatan, seperti Timika dan Asmat tidak terpengaruh," katanya.

Menurut Dance, terkait keadaan memaksa ini sedang dikomunikasikan oleh pihaknya bersama PT Telkom Papua.

"Kami berharap hal ini tidak mengganggu pelayanan publik bagi masyarakat, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua untuk berkoordinasi dengan PT Telkom setempat agar hal ini dapat segera dicari solusinya.

"Jika jaringan komunikasi terputus atau terganggu dalam waktu lama dapat menganggu penyelenggaraan pemerintahan," katanya.

Dia menambahkan sekali lagi diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya.(tim/ant)