Lewati ke konten utama

Bentrok Antar Kampung di Kimaam, Sejumlah Rumah Dibakar, Bupati Merauke Turun Tangan Redam Konflik

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
14.22 WIT2 menit baca74 dibaca
Bentrokan antarwarga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan
Bentrokan antarwarga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua SelatanFoto / Papua
Bagikan berita ini
Aa

Merauke, fajarpapua.com – Bentrokan antarwarga di Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, memicu ketegangan selama dua hari berturut-turut hingga menyebabkan sejumlah rumah terbakar.

Menyikapi situasi tersebut, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze, SH., LL.M bersama unsur Forkopimda turun langsung ke Kimaam pada Rabu (22/7) untuk meredam konflik dan mengembalikan situasi keamanan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan mulai terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIT.

Konflik disebut melibatkan warga Kampung Kimaam, Mambum, Purawanderu, dan Humanderu dengan warga Kampung Kiworo.

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya dua unit rumah dilaporkan terbakar.

Salah satunya merupakan rumah milik Kepala Kampung Kiworo, sementara satu rumah lainnya merupakan milik warga setempat.

Informasi yang beredar di masyarakat juga menyebutkan pembakaran kembali terjadi pada Selasa (21/7), sehingga menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Akibat konflik, aktivitas masyarakat di Distrik Kimaam ikut terganggu.

Dermaga Kimaam yang biasanya ramai saat kedatangan kapal dilaporkan sepi karena warga memilih menghindari aktivitas di luar rumah demi alasan keamanan.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan masih melakukan pendataan terkait kronologi lengkap, penyebab bentrokan, serta jumlah pasti kerugian akibat peristiwa tersebut.

Bupati Minta Akhiri Permusuhan

Untuk mencegah konflik semakin meluas, Bupati Merauke Yoseph B. Gebze melakukan kunjungan kerja ke Distrik Kimaam didampingi Kapolres Merauke, Dandim 1707/Merauke, Anggota DPRD Provinsi Papua Selatan Dominikus Ulukyanan, Tokoh Masyarakat Papua Selatan Drs. Johanes Gluba Gebze, serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam pertemuan bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, Bupati mengajak seluruh pihak menghentikan aksi balas dendam serta mengedepankan penyelesaian melalui dialog dan musyawarah.

"Kita semua adalah satu keluarga besar. Mari kita selesaikan setiap persoalan melalui dialog dan musyawarah. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terus bermusuhan. Sebelum matahari terbenam, saya berharap seluruh dendam dan permusuhan telah selesai, sehingga kita dapat kembali bergandengan tangan membangun daerah ini," tegas Yoseph B. Gebze.

Bupati juga memastikan Pemerintah Kabupaten Merauke akan mengakomodasi kerusakan yang ditimbulkan akibat konflik sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Ia berharap warga Kampung Kimaam, Mambum, Purawanderu, Humanderu, dan Kiworo kembali hidup rukun serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Distrik Kimaam.

Sementara itu, Kapolres Merauke dan Dandim 1707/Merauke mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Seluruh pihak diminta mempercayakan penyelesaian persoalan kepada aparat penegak hukum dan mengutamakan nilai-nilai persaudaraan. (red)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.