Timika, fajarpapua.com – Satgas Habema TNI mengungkap kronologi proses evakuasi tiga korban dugaan kekerasan yang dilakukan Kelompok Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Proses evakuasi berlangsung pada Senin (20/7) dan sempat diwarnai kontak tembak dengan kelompok bersenjata.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga mengatakan, tim gabungan terlebih dahulu menemukan jejak darah sebelum akhirnya menemukan para korban.
"Dari jejak darah itu kami melakukan penyisiran. Sekitar pukul 11.20 WIT jejak berhasil ditemukan, lalu pada pukul 11.40 WIT terjadi kontak tembak karena kelompok OPM diduga sudah menunggu kedatangan personel. Situasi dapat kami kendalikan sehingga proses evakuasi tetap berjalan," kata Yudha.
Korban yang telah teridentifikasi merupakan pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan Pam Wendakwe. Sementara satu korban perempuan lainnya yang berasal dari Suku Unaukam masih dalam proses identifikasi.
Mayjen Yudha menjelaskan lokasi kejadian berada sekitar 65 kilometer dari Dekai dengan kondisi medan yang berat dan sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi membutuhkan upaya ekstra dari personel di lapangan.
Ia mengatakan, kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan dan menunjukkan adanya dugaan tindak kekerasan.
Setelah berhasil dievakuasi, seluruh jenazah dibawa ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani pemeriksaan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga dan pihak berwenang. Proses evakuasi tersebut turut dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.
Dalam kesempatan itu, Pangkoops Habema juga membantah tudingan yang menyebut ketiga korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Ia menegaskan, operasi yang dilakukan TNI bertujuan menjaga keamanan masyarakat Papua. "Perlindungan terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas kami," tegas Mayjen TNI Yudha Airlangga. (ron)















