Merauke, fajarpapua.com – Penangkapan terduga teroris di Merauke terus diduga bertambah dari hari ke hari. Hal ini dimungkinkan berdasarkan penyelidikan dan pengembangan dari hasil penangkapan para terduga teroris sebelumnya. Tim Densus 88 yang dibackup Polda dan Polres Merauke terus melakukan penggeledahan di sejumlah titik/ tempat di Merauke yang menjadi target penangkapan atas para terduga.
Data terakhir yang dihimpun media ini di lapangan per tanggal 1 Juni 2021 lalu saja sudah berjumlah 13 orang terduga. Tim Densus terus bekerja keras siang dan malam, meringkus satu per satu terduga teroris di rumah-rumah sewa yang menjadi tempat tinggal mereka.
Hingga berita ini diturunkan, Sabtu (5/6), jumlah terduga teroris yang berhasil ditangkap Tim Densus belum terkonfirmasi secara pasti. Mengingat, pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia baik Mabes Polri, Polda Papua dan Polres Merauke belum bisa memberikan atau merilis keterangan resmi kepada para awak media dengan berbagai pertimbangan. Untuk sementara akses informasi terkait penangkapan terduga teroris masih tertutup untuk media dan masyarakat.
Kepala Densus 88 yang hendak dikonfirmasi wartawan di Polres Merauke sebelumnya pada Kamis (3/6) terkait penangkapan terduga teroris, belum berhasil ditemui, usai melakukan pertemuan bersama Wakapolda Papua, Kapolres Merauke dengan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan sejumlah elemen penting lainnya.
Wakapolda Papua, Brigjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K, M.Si yang ditemui wartawan usai melakukan Shalat di Masjid Al Hadi Polres Merauke belum bisa memberikan keterangan terkait berapa penambahan jumlah terduga teroris yang diamankan di Mako Brimob Subden Pelopor B Merauke saat ini.
“Itu rananya Mabes Polri,” ujar Wakapolda singkat sembari menuju ke dalam mobilnya.
Namun saat mengunjungi Keuskupan Agung Merauke dan bertemu dengan Uskup Mgr. Petrus Kanisius Mandagi, Jumat (4/6), Wakapolda menekankan perlunya menjalin hubungan toleransi antar umat beragama.
Wakapolda mengajak seluruh elemen masyarakat baik pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan agar bersama-sama menjaga Tanah Animha Kabupaten Merauke tetap aman dan damai serta menjalin toleransi antar umat beragama.
“Mari kita jaga kebhinekaan ini dan jalin toleransi antar umat beragama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Rawat baik perbedaan di antara kita yang menjadi aset dan kekayaan bangsa,” pesan Wakapolda.
Sementara itu, dalam jumpa Pers dengan para awak media di Jayapura, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan belasan terduga teroris yang ditangkap di Merauke berasal dari sel jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan terlibat dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Kathedral Makassar.
“Para terduga teroris ini sempat pindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke. Mereka ada yang sudah tinggal di Merauke selama beberapa tahun. Selama di Merauke para terduga teroris menyamar dalam beberapa pekerjaan. Profesi mereka ada yang jadi buruh, ada yang jadi tukang. Kebanyakan mereka terlibat dalam kegiatan keagamaan,” katanya.
Kapolda mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika mendapatkan warga pendatang baru dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Kapolda juga meminta peran tokoh agama untuk menekan masuknya paham radikalisme dan teroris di berbagai wilayah di Papua. (hrs)

