Tanggapi Adanya Penolakan, Wakil Bupati Mimika : Syarat Mengajar Guru Harus Divaksin

by -
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob

Timika, fajarpapua.com – Menanggapi adanya sejumlah guru yang menolak divaksin, Wakil Bupati Mimika, Papua Johannes Rettob menyebut salah satu persyaratan utama menggelar pembelajaran tatap muka mulai tahun ajaran baru mendatang, guru-guru harus sudah menerima suntikan vaksin COVID-19.

Ditemui di Timika, Rabu, John Rettob mengaku menerima laporan dari Dinas Kesehatan setempat bahwa ada beberapa guru menolak divaksin.

Jika benar demikian, katanya, guru-guru yang menolak divaksin itu tidak boleh mengajar saat PTM di sekolah masing-masing di tengah pandemi COVID-19.

“Saya mendapat laporan ada banyak guru yang menolak vaksin tanpa alasan yang jelas. Bagi guru yang menolak divaksin, tidak boleh masuk untuk mengajar. Kecuali mereka tidak bisa divaksin karena memang tidak memenuhi syarat setelah dilakukan skrining karena ada penyakit bawaan,” katanya.

Melihat pola penularan kasus COVID-19 di Mimika saat ini yang cenderung menurun, katanya, PTM sudah bisa dilakukan tidak hanya di sekolah-sekolah pedalaman dan pesisir yang merupakan zona hijau, tetapi juga di sekitar Kota Timika dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hanya saja, kaanya, untuk dapat mengimplementasikan hal itu perlu dibuat kesepakatan bersama, baik di jajaran forkopimda dan semua organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Mimika, hingga pengaturan lebih lanjut di sekolah masing-masing.

“Bagaimana standar operasi untuk menggelar sekolah tatap muka tentu harus diatur dengan baik kemudian disosialisasikan ke semua jenjang pendidikan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra mengakui adanya guru yang menolak program vaksinasi COVID-19 di daerah itu saat petugas puskesmas terdekat akan mendata mereka.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.